Usai Gempa, Turkiye Akan Bangun 200 Ribu Apartemen dan 70 Ribu Rumah Tapak

- Sabtu, 25 Februari 2023 11:52 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/Gempa_Turki.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Pemerintah Tukiyemulai membangun kembali rumah-rumah warga dan direncanakan sekitar 200 ribuapartemen, 70 ribu rumah tapak akan dibangun dengan biaya sekitar 15 miliardolar AS.

Namun, Bank Amerika Serikat,JPMorgan memperkirakan pembangunan rumah dan infrastruktur tersebutmenghabiskan biaya sebesar 25 miliar dolar AS.

Melansir dariRepublika.co.id, Sabtu (25/2/2023),  lebihdari 160 ribu bangunan berisi 520 ribu apartemen runtuh atau rusak parah danmenewaskan puluhan ribu orang di Turki serta negara tetangga Suriah.

Otoritas ManajemenBencana dan Darurat (AFAD) mengumumkan, jumlah korban tewas di Turki akibatgempa bumi naik menjadi 44.218 pada Jumat (24/2/2023) malam.

Dengan jumlah korbantewas terbaru yang diumumkan Suriah sebanyak 5.914, jumlah korban tewasgabungan di kedua negara naik menjadi di atas 50 ribu.

UNDP mengatakandiperkirakan kerusakan itu menyebabkan 1,5 juta orang kehilangan tempattinggal, dengan 500 ribu rumah baru dibutuhkan

Badan PerserikatanBangsa-Bangsa (PBB) itu telah meminta 113,5 juta dolar AS dari dana semiliardolar AS yang diajukan pekan lalu. Dana tersebut akan memfokuskan uang iniuntuk membersihkan tumpukan puing.

UNDP memperkirakan bencanatersebut menghasilkan antara 116 juta hingga 210 juta ton puing. Jumlah inilebih banyak dibandingkan 13 juta ton puing setelah gempa bumi di barat lautTurki pada 1999.

Turki juga mengeluarkanperaturan baru dengan perusahaan dan badan amal dapat membangun rumah dantempat kerja untuk disumbangkan ke Kementerian Urbanisasi. Nantinya olehpemerintah bantuan ini akan diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Menghadapi pemilihan dalambeberapa bulan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji membangun kembalirumah dalam waktu satu tahun.Meskipun para ahli mengatakan, pihak berwenangharus mengutamakan keselamatan sebelum kecepatan. 

Beberapa bangunan yangdimaksudkan untuk menahan getaran runtuh akibat gempa bumi terbaru.

"Untuk beberapaproyek, tender dan kontrak telah dilakukan. Prosesnya berjalan sangatcepat," kata pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama, menambahkan tidakakan ada kompromi pada keselamatan.

 

Redaksi 


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara