Geger, Harimau Sumatera Turun Gunung di Kawasan PLTA Simarboru Tapsel

Efendi Jambak - Kamis, 23 April 2026 14:06 WIB
(Ist)
Harimau Sumatera sembunyi di semak belukat wilayah PLTA Tapsel.

Kitakini.news -Sebuah video singkat yang memperlihatkan penampakan seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di kawasan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, mendadak viral di media sosial, Kamis (23/4/2026).

Dalam rekaman video tersebut, kucing besar yang merupakan satwa dilindungi itu tampak melintas dengan tenang di area proyek. Satwa buas tersebut bahkan terlihat berjalan santai di tepi jalan raya, tidak jauh dari aktivitas proyek, sebelum akhirnya menghilang di balik rimbunnya hutan.

Merespons video yang meresahkan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Manigor Lumbantoruan, mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut.

Namun, ia mengklarifikasi bahwa peristiwa itu tidak terjadi hari ini, melainkan beberapa hari yang lalu.

"Iya benar (video harimau itu). Kejadiannya itu terjadi pada 15 April kemarin," ucap Manigor saat dikonfirmasi.

Pihak KSDA segera menurunkan petugas ke lokasi setelah video tersebut beredar untuk melakukan penjajakan (Ground Check) dan memastikan situasi aman di area terdampak.

Lebih lanjut, Manigor menjelaskan kemunculan Harimau Sumatera di kawasan PLTA yang mencakup wilayah Sipirok, Marancar, dan Batang Toru (Sinarboru) ini bukanlah hal yang mengejutkan secara ekologis.

Pasalnya, area tersebut memang merupakan jalur perlintasan alami bagi satwa terancam punah tersebut.

Kawasan ekosistem Batang Toru dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi harimau Sumatera dan satwa endemik lainnya di Sumatera Utara.

Meskipun Harimau tersebut terlihat sangat dekat dengan area aktivitas manusia (proyek), Manigor memastikan tidak ada potensi konflik langsung dengan masyarakat sekitar. Pihaknya bersyukur karena lokasi penampakan jauh dari jangkauan permukiman.

"Itu (kawasan proyek) daerah perlintasannya. Beruntungnya di sana tidak ada pemukiman warga, jadi kemunculannya tidak mengganggu penduduk," pungkas Manigor.

Meskipun aman dari konflik permukiman, penampakan ini menjadi pengingat penting bagi para pekerja proyek dan masyarakat yang melintas di kawasan ekosistem Batang Toru untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi pertemuan dengan satwa liar. (**)

Editor
: Heru

Tag:

Berita Terkait

News

Kapolres Tapsel Pimpin Sertijab Kapolsek Batang Toru

News

Aksi Curanmor di Sibabangun Terbongkar, Pelaku Berasal Dari Tapsel

News

Petugas Temukan Korban Terakhir dari Longsor di Batangtoru Tapsel

News

Petugas Temukan Satu dari Dua Korban Longsor Batangtoru

News

Diduga Usai Konsumsi Racun Rumput, Remaja di Batangtoru Tewas

News

Terlibat Penyelundupan Sisik Tringgiling, Polres Sidimpuan Amankan Dua Warga Madina