UNIFIL

Prajurit UNIFIL Asal Sumut Gugur, Dunia Berduka

Darah Perdamaian Tumpah, Prajurit Sumut Gugur di Lebanon
Sukri - Sabtu, 25 April 2026 15:14 WIB
istimewa
Praka Rico Pramudis. (Foto: Dok Unifil/Beautyplus)
Kitakini.news -Kabar duka datang dari medan konflik Timur Tengah. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan gugur setelah berjuang melawan luka berat yang dideritanya di Lebanon Selatan.

Prajurit tersebut diketahui bernama Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon Prajurit kepala (Praka) UNIFIL). Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius dari insiden ledakan di wilayah tugasnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, almarhum berasal dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara, daerah yang selama ini dikenal aktif menyumbangkan putra-putra terbaik bangsa dalam misi perdamaian dunia.

Diduga Terdampak Serangan Israel

Insiden yang merenggut nyawa prajurit Indonesia ini terjadi di kawasan Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, yang belakangan menjadi titik panas konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Sejumlah laporan menyebutkan, posisi pasukan perdamaian terkena dampak tembakan dan proyektil di tengah eskalasi konflik. Situasi ini memperlihatkan bahwa bahkan pasukan penjaga perdamaian pun tak luput dari ancaman di wilayah tersebut.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang mengenai pasukan UNIFIL. Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Konflik Memanas, Risiko Meningkat

Sejak akhir Maret 2026, intensitas konflik di Lebanon Selatan meningkat tajam. Dalam rentang waktu singkat, beberapa insiden serangan terjadi di sekitar wilayah operasi UNIFIL, menyebabkan korban jiwa dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Total korban dari pihak Indonesia dilaporkan mencapai beberapa orang dalam periode tersebut, menjadikan misi kemanusiaan ini sebagai salah satu yang paling berisiko dalam beberapa tahun terakhir.

Desakan Evaluasi dan Perlindungan

Di dalam negeri, berbagai pihak mulai mendesak evaluasi serius terhadap sistem perlindungan pasukan perdamaian.

Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya peningkatan keamanan bagi prajurit yang bertugas di zona konflik. "Perlindungan terhadap pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama PBB, mengingat risiko di lapangan semakin tinggi," demikian sorotan yang disampaikan dalam laporan Antara News.

Sementara itu, laporan media menyebutkan bahwa gugurnya Kopral Rico menambah daftar panjang korban prajurit Indonesia dalam konflik terbaru di Lebanon.

Suara Duka dan Ketegasan

Pemerintah Indonesia melalui berbagai pernyataan resmi menegaskan sikap tegas terhadap insiden ini. "Indonesia mengutuk keras setiap serangan terhadap pasukan UNIFIL dan meminta pertanggungjawaban penuh atas kejadian tersebut," demikian pernyataan yang dikutip dari laporan Strategi News.

Di sisi lain, desakan kepada PBB untuk memperkuat sistem pengamanan terus menguat, seiring meningkatnya eskalasi konflik yang tak hanya mengancam warga sipil, tetapi juga pasukan penjaga perdamaian.

Sumber: Antara News Bali, Waspada.id, The Wall Street Journal, Strategi News

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Israel Dituding Serang UNIFIL, Prajurit Indonesia Gugur