Kitakini.news – Peran darimasyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga dan merawat alam demihadirnya air bersih, disamping pembangunan infrastruktur.
“Saya mengajak seluruh pihak,terutama Stakeholder terkaitdan juga masyarakat sendiri untuk menjaga dan merawat kebersihan sungai. Karenasungai sangat bermanfaat demi keberlangsungan hidup kita,” kata Ketua DewanPerwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Puan Maharani ketika berbicarasoal pentingnya investasi dalam pembangunan infrastruktur air bersih dansanitasi demi keberlangsungan hidup masyarakat dalam sidang parlemen di MarkasPerserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pekan lalu.
Melansir dari laman resmi dpr.go.id, Sabtu (25/2/2023),diketahui bahwa sejumlah sungai di Indonesia tak hanya sekadar untuk menjadibahan baku air untuk rakyat, namun air di sungai tersebut juga dapat menjadipemutar turbin untuk kebutuhan listrik.
“Beberapa sungai yang menjadi turbin tersebut, diantaranyaseperti sungai Citarum di Jawa Barat yang keberadaannya menjadi sumberkehidupan perekonomian bagi banyak orang,” tuturnya.
Meski begitu, lanjut Puan, tidak sedikit ditemukanpermasalahan serius terkait lingkungan sungai. Salah satunya mengenaikebersihan dan terabaikan perawatannya. Sehingga, menyebabkan sungai kotor dandampak-dampak alam lainnya.
Untuk itu, Puan mengingatkan untuk selalu menjagakebersihan sungai. “Rawat dan jaga selalu sungai dan lingkungan di sekitarnya.Sebab sungai yang sehat menjadi salah satu cara kita dalam mendapatkan aksesair bersih,” tegasnya.
Puan mengungkapkan, bahwa menjaga dan merawat sungaitersebut berarti juga berupaya untuk menciptakan kehidupan masa depan yanglebih baik.
“Maka saya mengapresiasi pihak-pihak, termasuk relawan dankelompok masyarakat yang turut andil membantu Pemerintah dalam perawatan sungai,”imbuhnya.
Lebih lanjut Puan menerangkan, bahwa dibutuhkan kerjasamaseluruh elemen bangsa pada isu akses air bersih dan sanitasi, yang menjadisalah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).Apalagi, keberadaan mata air dan air tanah pada saat ini terus berkurang.
“Berbagai penelitian juga telah merekomendasikan pelaranganpemakaian air tanah untuk dikonsumsi karena pencemaran lingkungan. Masalahkualitas air juga disebabkan oleh akses sanitasi yang buruk. Ini masih menjadiPR kita bersama,” bebernya.
Oleh karena itu, pada setiap forum-forum internasional, Puankerap menyuarakan pentingnya bantuan negara maju kepada negara berkembang dalammengatasi persoalan-persoalan lingkungan. Sebab, untuk membangun infrastrukturdalam mengatasi masalah lingkungan, dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.
“Di luar pembiayaan, kita juga membutuhkan lingkunganpendukung yang kuat. Hal ini membutuhkan kebijakan dan regulasi yang efektif.Hal ini yang juga terus dikerjakan oleh DPR RI,” tuturnya.
Selain persoalan air bersih dan sanitasi, Puan juga menyorotipersoalan daerah aliran sungai (DAS) yang berisiko tinggi. Laporan dari salahsatu harian nasional menyebutkan bencana banjir dan longsor di sejumlah DASterus meningkat selama 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Laporan yang sama menyatakan, banjir dan longsor di ratusanDAS di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Mengingat sungai-sungai diIndonesia semakin membahayakan, Puan mengingatkan Pemerintah untuk melakukanintervensi yang lebih maksimal.
“Selain kebijakan dan program pemulihan DAS, sosialisasiserta edukasi kepada masyarakat juga sangat penting. Terutama warga yangtinggal di kawasan DAS,” tandasnya.
Puan menekankan, menjaga sungai dan lingkungan di sekitarnyajuga akan membantu mengatasi krisis iklim yang menyebabkan terjadinya banyakbencana alam.
“Menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mengakselerasilangkah-langkah dan beradaptasi untuk mengatasi krisis iklim,” pungkasnya.
Redaksi