Kitakini.news -MomentumHari Buruh Internasionaldimanfaatkan oleh Komunitas Siaga Bencana Sumatera Utara (KOGANA SUMUT) untuk memperkuat struktur organisasi melalui pelantikan jajaran direksi periode 2026–2029. Pelantikan tersebut dilakukan oleh tujuh orang pembina sebagai langkah strategis menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks di Sumatera Utara.
Direksi yang dilantik dipimpin oleh Direktur Eksekutif Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Yanuardin, SE., M.Si dan Ariza Putra Kelana. Sementara itu, struktur pengawasan diisi oleh Prof. Dr. Drs. Shahrul Humaidi, M.Sc bersama Fandi Ahmad, ST.
Dalam susunan direksi, sejumlah nama turut mengisi posisi strategis, di antaranya Renny Waty Lubis, SE., M.Pd sebagai Deputy Bidang Kesehatan dan Sosial, serta Abdul Rasyid Aulia Rahman, S.Kim., M.Kom sebagai Deputy Bidang Media.
Dalam sambutannya, perwakilan Direktur Eksekutif menegaskan arah kebijakan organisasi ke depan, yakni fokus pada peningkatan kapasitas relawan berbasis sertifikasi profesi. Program ini dirancang melalui kerja sama dengan sejumlah institusi seperti Balai Besar Pelatihan dan Vokasi, Politeknik Penerbangan, Politeknik Negeri Medan, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan, hinggaUniversitas Sumatera Utara.
Selain itu, KOGANA SUMUT juga mendorong pengembangan sistem peringatan dini atau early warning system berbasis kolaborasi akademisi, khususnya dari Politeknik Negeri Medan dan Universitas Sumatera Utara. Organisasi ini juga merencanakan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kebencanaan di berbagai perguruan tinggi sebagai basis relawan terlatih, serta pelatihan mitigasi berbasis vokasi di bawah Kementerian Tenaga Kerja.
Langkah tersebut merupakan respons atas harapanWali Kota Medandalam memperkuat kapasitas relawan kebencanaan sebagai garda terdepan dalam proses evakuasi dan penanganan darurat. Relawan yang disiapkan nantinya berasal dari peserta yang telah menjalani pelatihan intensif, termasuk di Rindam Siantar.
Dari unsur pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara melalui perwakilan Kabid IV, Robert, menyampaikan apresiasi atas eksistensi KOGANA yang telah 18 tahun berkiprah di bidang kebencanaan. BPBD berharap KOGANA terus menjadi mitra strategis dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Utara.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut, Bahdin Noer Tanjung, yang menilai gagasan direksi KOGANA sebagai langkah progresif. Sementara itu, Basarnas yang diwakili oleh Torang menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama resmi dalam waktu dekat.
Acara pelantikan berlangsung tanpa kehadiran Ketua Umum Irwan Supadli, ST., M.Kes yang sedang menunaikan ibadah haji, serta Sekretaris Jenderal Ahaddin Sibarani yang tengah menjalani perawatan di Binjai.
Founder sekaligus Ketua Pembina, Benny Yudi Purnama, menutup kegiatan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Ia menegaskan bahwa kekuatan KOGANA terletak pada kolaborasi lintas profesi.
"Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi penguatan visi besar. KOGANA hari ini diisi oleh orang-orang dari berbagai bidang yang siap membawa organisasi ini lebih profesional dan berdampak luas," ujarnya.
Turut menjadi bagian dari jajaran pembina dan pengawas antara lain Budi Dharma, SH; Dr. Muhammad Fauzi Nasution; Devi Mustika, SE; Harry Sandy, ST; Abdul Azis; serta Widya Herna Waty. Dalam prosesi yang sarat makna budaya, para pembina secara simbolis menyematkan rompi keanggotaan dan melakukan pemotongan serta penyajian nasi tumpeng kepada jajaran direksi sebagai bentuk penghormatan dan kearifan lokal.
Kegiatan ini digelar secara sederhana namun khidmat di kawasan Jalan Sena, tepatnya di Kopi Kereta Api, yang dikenal sebagai ruang berkumpulnya insan kreatif di Kota Medan.
Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) Sumatera Utara sendiri merupakan organisasi sosial yang telah 18 tahun bergerak di bidang kebencanaan, meliputi edukasi, mitigasi, pelatihan, serta respons tanggap darurat berbasis masyarakat.