Kitakini.news - Masyarakat Desa Kota Lintang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, menunjukkan sikap proaktif dengan secara sukarela membongkar bangunan lama dan tenda darurat yang mereka dirikan pascabanjir di area Sumur SP 13 milik Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Aksi ini menjadi bukti sinergi apik antara warga dan perusahaan migas demi menjaga keamanan bersama.
Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, memuji responsivitas warga yang cepat merespons sosialisasi persuasif dari timnya. "Kami sangat mengapresiasi warga yang dengan inisiatif sendiri membongkar tenda dan bangunan di atas jalur pipa transmisi. Ini menunjukkan kesadaran tinggi mereka akan risiko tinggi di kawasan bertekanan tinggi pascabanjir," ujarnya dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).
Menurut Tomi, banjir kemarin memicu banyak warga mendirikan tenda sementara di lahan dekat sumur dan pipa. Melalui dialog humanis, Pertamina EP berhasil membujuk warga membuat surat pernyataan tertulis untuk membongkar sendiri struktur tersebut. Petugas keamanan pun turun tangan membantu sterilisasi area berisiko, sehingga proses berjalan lancar dan harmonis tanpa paksaan.
Proses ini selaras dengan Permen ESDM Nomor 32/2021 yang mengatur jarak aman instalasi pipa penyalur dan transmisi gas bumi. "Warga paham betul bahaya pendirian bangunan di luar radius aman. Ke depan, kami akan intensifkan edukasi agar keselamatan jadi prioritas utama," tambah Tomi.
Inisiatif ini tidak hanya mensterilkan area operasi, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan antara masyarakat dan Pertamina EP Rantau Field dalam menghadapi tantangan pascabanjir.