Kitakini.news - Kabupaten Simalungun mencatat skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebesar 3,56 berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga menempatkan pemerintah kabupaten dalam klaster performa menengah atas di Sumatera Utara.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora merespon capaian menyatakan hasil itu menjadi dorongan untuk memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan posisi daya saing Simalungun.
"Kita berharap posisi ini tidak mengendurkan semangat, tetapi menjadi dorongan agar Kabupaten Simalungun dapat naik kelas dan masuk ke klaster performa tertinggi di Sumatera Utara. Kita optimistis Simalungun semakin maju, apalagi pertumbuhan ekonomi kita tertinggi setelah Medan," ujar Mixnon, Sabtu (16/5/2026).
Skor 3,56 yang diraih Simalungun berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,50. Dalam klasifikasi BRIN, daerah dengan rentang skor 3,50 hingga 3,69 masuk kategori klaster performa menengah atas, yakni wilayah yang dinilai memiliki capaian setara atau melampaui rata-rata nasional dengan kondisi pasar relatif stabil dan kualitas sumber daya manusia yang memada.
Mixnon mengatakan peningkatan daya saing daerah memerlukan kerja sama seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar capaian IDSD dapat terus meningkat dan berdampak terhadap kemampuan daerah bersaing di tingkat regional maupun nasional.
BRIN membagi pemetaan daya saing daerah ke dalam tiga kelompok utama. Klaster performa tertinggi ditempati daerah dengan skor di atas 3,70 yang umumnya memiliki infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang kuat serta aktivitas ekonomi makro yang berkembang. Sementara klaster performa menengah bawah berada pada rentang skor 3,10 hingga 3,49.
Selain capaian IDSD, Sekda Mixnon menuturkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun juga tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Februari 2026, ekonomi Simalungun pada Triwulan IV Tahun 2025 tumbuh 5,05 persen dan menjadi yang tertinggi kedua setelah Kota Medan dengan pertumbuhan 6,54 persenSumatera Utara, sejumlah daerah lain seperti Binjai dan Pematangsiantar juga berada dalam kategori performa menengah atas dengan skor antara 3,50 hingga 3,55.
Sebagai informasi, IDSD diukur melalui empat pilar utama, meliputi kualitas sumber daya manusia, stabilitas dan potensi pasar, kekuatan ekosistem inovasi, serta ketersediaan lingkungan pendukung. (**)