Kitakini.news - Pemantauan hilal untuk menentukan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah dilakukan serentak di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya digelar di Observatorium Ilmu Falak atau OIF UMSU Medan, Sumatera Utara. Namun hasil pemantauan di Kota Medan menunjukkan hilal belum berhasil terlihat akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Tim peneliti Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melakukan pemantauan hilal di Kota Medan sejak menjelang matahari terbenam, Minggu (17/5/2026). Pemantauan ini dilakukan untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah yang menjadi dasar penetapan Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan data hisab yang digunakan dalam pemantauan, tinggi hilal tercatat mencapai 5 derajat 6 menit 12 detik. Sementara elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada di angka 9 derajat 42 menit 22 detik.
Meski secara perhitungan posisi hilal telah memenuhi kriteria, namun hilal belum dapat terlihat dari Kota Medan. Kondisi ufuk barat yang tertutup awan tebal hingga ketinggian delapan derajat serta adanya kabut di atas sepuluh derajat menjadi kendala dalam proses rukyat.
Tim peneliti OIF UMSU Hariyadi Putraga menyebut posisi hilal yang berada pada ketinggian enam derajat masih tertutup lapisan awan tebal sehingga tidak dapat diamati secara langsung.
"Dari kota Medan sendiri Hilal belum terlihat sampai matahari terbenam dikarenakan dikondisi Cuaca dan juga ufuk di langit Barat Kota Medan Berawan cukup tebal jadi di ufuk Barat Kota Medan sudah Berawan tebal hingga ketinggian 8 derajat dan di atas 10 derajatnya terdapat kabut tebal sehingga isi Hilal pada ketinggian 6 derajat berada di dalam awan dan belum dapat terlihat dari kota Medan," ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan perhitungan awal, 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada esok hari atau 18 Mei 2026. Namun penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
"Kalau kita harus menunggu sidang isbat tapi kalau dari saat ini terlihat dari ketinggian Hilal makan sama satu Dzulhijjah akan jatuh pada tanggal 18 Mei," pungkasnya.