Blackout Listrik, Rudi Alfahri: PLN Harus Berikan Kompensasi Sebagai Tanggungjawab

Heru - Minggu, 24 Mei 2026 15:10 WIB
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti SH MH

Kitakini.news - Pemadaman listrik berskala besar (Blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Sabtu (23/5/2026) menuai sorotan tajam dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH.

Rudi menilai insiden tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Legislator Dapil Sumut 12 yang meliputi Binjai dan Langkat itu menilai peristiwa tersebut harus menjadi alarm keras bagi PT PLN (Persero) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Evaluasi total harus dilakukan oleh PLN agar sistem kelistrikan kita lebih andal dan tidak merugikan masyarakat luas," ujar Rudi Alfahri Rangkuti, yang juga anggota Komisi B DPRD Sumut.

Ia menegaskan, kemarahan dan kekecewaan masyarakat terhadap Blackout tersebut sangat wajar, mengingat dampaknya yang melumpuhkan aktivitas publik, mulai dari rumah tangga, layanan usaha, hingga mobilitas warga di sejumlah daerah.

Terkait permintaan maaf dari pihak manajemen PT PLN (Persero), Rudi menilai langkah tersebut tidak cukup tanpa diikuti perbaikan sistem secara konkret dan menyeluruh.

"Maaf saja tidak cukup, harus disertai langkah nyata agar pemadaman tidak terulang lagi di masa yang akan datang," tegasnya.

Ia juga meminta PLN memberikan bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, termasuk kemungkinan kompensasi berupa diskon tarif listrik atau pembebasan biaya dalam periode tertentu sebagai bentuk pemulihan kepercayaan publik.

Berdasarkan informasi yang diterima, gangguan listrik terjadi akibat masalah pada sistem transmisi. Meski demikian, ia meminta agar penanganan teknis dilakukan secara cepat dan tepat agar sistem kembali stabil.

Rudi juga mengaku terdampak langsung oleh blackout tersebut. Ia menyebutkan rumahnya di Kota Binjai mengalami pemadaman hingga 20 jam, sementara di rumah mertuanya di Kota Medan kondisi serupa bahkan berlangsung lebih dari itu.

Secara terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi di Pulau Sumatera.

PLN menjelaskan, gangguan bermula pada Jumat malam pukul 18.44 WIB akibat cuaca buruk yang memengaruhi transmisi 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.

Kerusakan pada jaringan transmisi utama tersebut memicu efek domino berupa ketidakseimbangan beban listrik pada sistem interkoneksi Sumatera.

Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami gangguan serius, mulai dari lonjakan tegangan di satu sisi hingga defisit daya di sisi lain, yang menyebabkan beberapa pembangkit listrik otomatis keluar dari sistem demi pengamanan jaringan.

Wilayah terdampak meliputi Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. PLN memastikan proses pemulihan sistem terus dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Kanada vs Maroko Buka Pertarungan 16 Besar Piala Dunia 2026, Sejumlah Big Match Menanti

News

Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti

News

Saksi Smartboard Langkat Tegaskan BAP ‘Disetel’ Jaksa, Dua Kali Pemanggilan ke Pengadilan Tipikor

News

Langkat Ulang Sejarah? Dari Terbit Rencana ke Syah Afandin, dan?

News

Kunjungi Gudang BULOG Medan, Menko Polkam Tegaskan Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional

News

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Wabup Tiorita Menangis