Perayaan Waisak di Pematangsiantar Jadi Momentum Refleksi Diri

Tumpal Tanjung - Senin, 01 Juni 2026 15:09 WIB
Teks foto : Perayaan malam doa Waisak dihadiri sejumlah umat Buddha Kota Pematangsiantar. (Tanjung)

Kitakini.news -Sejumlahumat Buddha berkumpul untuk merayakan acara Malam Doa dan Festival Malam Waisak2570 BE di Vihara Samiddha Bhagya, Jalan Thamrin, Kota Pematangsiantar, Sabtu(31/5/2026) malam.

KetuaPanitia Festival Malam Waisak 2570 BE Erbin Chandra menyatakan bahwa perayaantahun ini difokuskan sebagai momen refleksi diri dan introspeksi atas perbuatanselama satu tahun terakhir.

Diamenjelaskan, kegiatan yang digelar oleh DPD Walubi Kota Pematangsiantar jugabertujuan mengajak umat memiliki komitmen menjadi pribadi yang lebih baikpasca-Pradaksina.

Iajuga menyoroti simbolisme lilin dalam perayaan tersebut sebagai representasikebajikan yang memberikan penerangan tanpa memandang suku, ras, etnis, gender,maupun makhluk lainnya.

"Tujuankita bukan heboh-hebohan, bukan euforia saja. Tapi sebenarnya ini momen bagikita untuk merefleksikan apa yang sudah kita perbuat selama satu tahun terakhir,"ujar dia.

Dalamkesempatan itu, Erbin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada WaliKota Wesly Silalahi atas dukungan konsisten terhadap setiap kegiatan Walubi.Hadir bersama Wesly, Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi serta Kapolres AKBPSah Udur TM Sitinjak.

MenurutErbin, kolaborasi dan keberagaman di bawah kepemimpinan Wesly telah membawaPematangsiantar meraih posisi keempat sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.

"Kamidari panitia, khususnya DPD Walubi Kota Pematangsiantar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, tentunya kepada Bapak Wali Kota Wesly Silalahi,atas dukungan yang sangat luar biasa. Setiap kegiatan dari Walubi, Bapak jugahadir membersamai kita," ujarnya.

WaliKota Wesly menyatakan bahwa Waisak bukan hanya momentum keagamaan umat Buddha,tetapi juga pengingat penting tentang nilai cinta kasih, toleransi, dankehidupan berdampingan dalam keberagaman.

"Atasnama Pemerintah Kota Pematangsiantar, saya menyampaikan apresiasi dan ucapanterima kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar Vihara Samiddha Bhagyayang telah menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai bagian dari perayaan Waisakyang sarat nilai-nilai spiritual, persaudaraan, serta kepedulian terhadapsesama," ucapnya.

Weslymenambahkan Kota Pematangsiantar dibangun di atas semangat kebersamaan,sehingga keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan kota. Ia mengajakseluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmenmenjaga kerukunan, keamanan, dan keharmonisan.

"Marikita jadikan momentum ini sebagai penguat komitmen bersama untuk terus menjagakerukunan, keamanan, dan keharmonisan Kota Pematangsiantar," katanya.

WaliKota turut mengajak masyarakat mendukung pembangunan kota melalui gotong royongdan menjaga ketertiban demi lingkungan yang damai.

Dalamacara, Wali Kota Wesly Silalahi, Ny Liswati Wesly Silalahi, dan Kapoldesmenerima cenderamata Anumodana dari panitia. Anumodana, istilah dari bahasaPali, merupakan wujud ucapan syukur dan apresiasi atas kebajikan yang dilakukanpihak lain.

Turuthadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan Happy Oikumenis Daely,Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Kabag Kesra SetdakoIrwansyah Saragih, serta Kabid Pembinaan Ideologi Wawasan Kebangsaan danKarakter Bangsa Badan Kesbangpol Jansarden Damanik.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Perayaan Waisak 2025 di Kota Padang Berlangsung Khidmat dan Damai