Kitakini.news -
Sebanyak 360 jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Medan asal KotaMedan dan Kota Binjai tiba di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadahhaji di Tanah Suci. Kedatangan para jemaah disambut panitia penyelenggaraibadah haji dan petugas Asrama Haji Medan, Selasa (2/6/2026).
Pesawat yang membawa rombongan jemaah sempat mengalamiketerlambatan. Jika sebelumnya dijadwalkan tiba di Bandara InternasionalKualanamu pada pukul 03.15 WIB, pesawat baru mendarat sekitar pukul 04.30 WIB.Meski demikian, proses kedatangan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Setelah tiba di Bandara Kualanamu, para jemaah kemudiandiberangkatkan menuju Asrama Haji Medan dan tiba sekitar pukul 07.00 WIB.Setibanya di lokasi, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasukpengecekan suhu tubuh oleh petugas untuk memastikan kondisi kesehatan merekatetap baik sepulang dari Arab Saudi.
Selanjutnya, para jemaah mengikuti pembekalan singkat sertaseremonial penerimaan sebelum dilepas kembali ke daerah masing-masing.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, ZulkifliSitorus, mengatakan seluruh jemaah Kloter 1 yang berangkat ke Tanah Suciberhasil kembali dengan jumlah yang sama, yakni 360 orang.
"Jemaah kloter satu yang asal Binjai dan Medan sudahkembali ke Tanah Air 04.30 dini hari tadi, dan saat ini sedang proses pelepasanke daerah masing-masing, mudah-mudahan berjalan lancar dan semua jemaah sehat.Berangkat 360 dan kembali juga sebanyak 360 jemaah," ujar Zulkifli.
Menurutnya, keterlambatan kedatangan pesawat merupakan bagiandari proses operasional penerbangan dan bukan disebabkan adanya persoalantertentu. Ia juga berharap proses pemulangan jemaah pada kloter-kloterberikutnya, mulai Kloter 2 hingga Kloter 17 Debarkasi Medan, dapat berjalanlancar hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal dalam keadaan sehat danselamat.
"Sempat ada keterlambatan, sebenarnya itu bagain dariproses, pesawat juga sudah standby tinggal hanya sekitar satu jam mengalamihambatan karena menjalani proses di bandara kita, itu masalahnya bukan karenaada persoalan," pungkasnya.