Tahun Ajaran Baru Tak Lagi Ditenda, Ini Target Satgas PRR Pascabencana Sumatera

M Iqbal - Sabtu, 06 Juni 2026 04:21 WIB
Teks foto : Aktivitas belajar mengajar siswa sekolah di dalam tenda darurat bencana. (Dok Satgas PRR/Kemendikdasmen)

Kitakini.news - Tahun ajaran baru 2026 ini, penyiapan ruangbelajar (siswa sekolah) merupakan prioritas dalam upaya pemulihan di sektorpendidikan di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.Karena itu Satuan Tugas (Satgas) PercepatanRehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) PascabencanaSumatera menargetkan tak ada lagi yang bersekolah di dalam tenda mulaiJuli mendatang.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengahmencatat, sebanyak 4.922satuan pendidikan terdampak bencana di tigaprovinsi tersebut. Namun,proses pembelajaran saat ini telah berjalan 100persen dengan mayoritassiswa kembali belajar di sekolah asalmasing-masing. Dari totaltersebut, sebanyak 4.828 sekolah sudahmelaksanakan kegiatan belajar disekolah asal, sementara sebagian kecil lainnyamasih belajar di kelasdarurat, tenda, maupun menumpang di sekolah lain.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera MuhammadTito Karnavianmengatakan, pemerintah terus memprioritaskanpercepatan pemulihanfasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yangmasih berada di zonamerah dan membutuhkan relokasi.

"Kemudian proses pembelajaran berjalan, tapidari 4.922 ada beberapasekolah yang ada di tenda dan terutama di daerahmerah yang harusrelokasi, ini sedang kita bicarakan mengenaikesiapan tempat untukrelokasinya. Kemudian ada juga yang menumpang disekolah lain, ada jugayang di kelas darurat, itu ada beberapa. Tapimayoritas sudah di sekolahmasing-masing," kata Tito.

Di Aceh, dari total 3.120 sekolah terdampak,sebanyak 3.056 sekolahtelah kembali belajar di sekolah asal, sementara34 sekolah masihmenggunakan kelas darurat, 26 sekolah berada ditenda, dan empat sekolahmenumpang. Kondisi serupa terjadi di SumateraUtara dengan 1.133 dari1.149 sekolah sudah belajar di lokasi asal, sedangkandi Sumatera Baratsebanyak 639 dari 653 sekolah telah kembaliberoperasi normal di sekolahmasing-masing.

Satgas PRR bersama Kemendikdasmen saat inimempercepat pembangunan ruangkelas darurat bagi sekolah yang masih belajar ditenda, khususnyasekolah yang masih menunggu kepastian lahanrelokasi. Targetnya, padatahun ajaran baru mendatang tidak ada lagi siswayang belajar di tenda,minimal seluruhnya telah berpindah ke fasilitassekolah darurat yanglebih layak dan aman.

Upaya pemulihan pendidikan juga diperkuatmelalui program RevitalisasiSatuan Pendidikan Tahun 2026. Hingga 18 Mei 2026,sebanyak 3.087 sekolahdi tiga provinsi telah melaksanakan PerjanjianKerja Sama (PKS)revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,98triliun. Dari jumlahtu, sebanyak 2.988 sekolah telah menerimapenyaluran dana tahap pertamasenilai Rp2,03 triliun.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui duaskema, yakni swakelolaoleh sekolah untuk 2.820 satuan pendidikan sertakolaborasi dengan TNIAD untuk 267 sekolah dengan kategori rusak beratdan relokasi. Selainitu, sebanyak 223 sekolah lainnya juga masihberada dalam prosespenyaluran bantuan dengan nilai mencapai Rp83,3miliar.

Melalui percepatan rehabilitasi danrekonstruksi sektor pendidikan ini,Satgas PRR menargetkan pemulihan tidak hanyamemastikan kegiatan belajarmengajar tetap berlangsung, tetapi jugamenghadirkan lingkungan belajaryang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagisiswa di wilayahterdampak bencana.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Satgas PRR Percepat Relokasi Sekolah Terdampak Bencana, Administrasi dan Konstruksi Berjalan Paralel

News

Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang

News

GMP Sumut Desak KPK Usut Dugaan Pengaturan Proyek BMBK Cipta Karya Sumut

News

Ratusan Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas dari TNI

News

Satgas PRR Bangun Kawasan Huntap untuk 1.133 Penyintas Bencana di Padangsidimpuan

News

Pulihkan Ekonomi Korban Bencana, Pemko Medan Dukung Percepatan Bansos dan Perbaikan Jalan