Kitakini.news - Harga minyak goreng Minyakkita kembali menjadi sorotan, di berbagai daerah, termasuk Kota Medan, harga Minyakita kini dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah. Kondisi Kondisi kenaikan harga ini dikeluhkan oleh masyarkat karena semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Kenaikan harga minyak goreng Minyakita menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan pembeli maupun pedagang.
Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Halat, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (6/6/2026), selain harganya yang mengalami kenaikan, ketersediaan stok Minyakita juga mulai berkurang di sejumlah kios pedagang. Harga Minyakita juga bervariasi mulai dari Rp17.000 hingga Rp20.000 per liternya.
Salah seorang pedagang Imanuel Hutabarat mengatakan saat ini Minyakita dijual dengan harga Rp17.000 hingga Rp 18.000 per liter. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi yang masih ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
"Dengan kondisi hari ini, kadang barangnya susah didapat kadang juga susah didapat, jadi harganya itu di sekitaran Rp 17.000 per liter," ujar Imanuel.
Sementara bagi masyarakat, kenaikan harga Minyakita berdampak langsung pada pengeluaran harian. Sebab minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan hampir setiap hari.
Menurut Imanuel stok Minyakkita di tokonya juga kian menipis karena pembeli langsung memborong karena takut kehabisan minyak goreng.
"Stok lancar, cuma karena peminat atau pembelinya banyak yang borong jadi stoknya cepat habis, kenaikan terhitung sudah 3 bulan terakhir," ujarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga Minyakita di berbagai daerah terus bergerak naik dan berada di atas HET.
Pemerintah menyebut kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil, yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi minyak goreng rakyat.