Terlilit Hutang untuk Ongkos Naik Haji, Tukang Cuci Pakaian dapat Bantuan dari Pemerintah

Azzaren - Kamis, 25 Juni 2026 17:00 WIB
Teks foto : Nek Saniah waktu mendaftar sebagai calon haji pada tahun 2013, dibiayai oleh majikanya sebesar Rp25.100.000. (Darma)

Kitakini.news -Nek Saniah yang berusia 72 Tahun asal Kabupaten SerdangBedagai, Sumatera Utara, yang terlilit hutang saat hendak pelunasan ongkos NaikHaji Tahun 2026 tahun ini. Sempat jadi perhatian para jamaah yang satu kloterdengan Ibu Saniah.

Bahkan kondisi ini sempat diketahui pihak pemerintahindonesia yang berada di Arab Saudi yang sempat bertanya sama Nek Saniah yangmasuk golongan jamaah haji risiko tinggi sebab menggunakan kursi roda saatberada di Tanah Suci.

Setelah mendengar kronologis nek Saniah yang harus menghutanguntuk pelunasan ongkos haji, Pemerintah Republik Indonesia Melalui KementerianHaji dan Umroh Pusat akhirnya melunasi hutang Ibu Sania, salah satu Jemaah HajiIndonesia asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Inilah bu Saniah, wanita 72 tahun warga Dusun 1 DesaSukajadi, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, seorang wanita yang dulunyabekerja sebagai tukang cuci pakaian warga di kampungnya.

Menurut salah seorang anaknya, Siti Masitah bahwa ibunya duluwaktu mendaftar sebagai calon haji pada tahun 2013, ibunya dibiayai olehmajikanya sebesar Rp25.100.000.

Namun hingga tahun 2026 atau mendekati keberangkatan sebagaicalon haji, ibu Sania yang berpenghasilan sebagai tukang cuci tak bisamengumpul kekurangan biaya ongkos naik haji sebesar Rp18 juta, itu belum lagiuntuk keperluan biaya lain seperti pergi manasik haji, membeli kursi roda danmengupahkan untuk mendorong dirinya yang saat ini sudah kesusahan untukberjalan.

Untuk menutupi semua ini, bu Sania pun berhutang ke keluarganyayang berada di Pekan Baru Riau. Kondisi ini diketahui setelah pihak rombonganhaji mempertanyakan kronologis bu Sania bisa berangkat haji dan akhirnyapemerintah memberikan bantuan dengan membayarkan hutang bu Sania sebesar Rp20.800.000.

Awal mulanya Nek saniah yang dibantu oleh orangtua adikangkatnya pada tahun 2013, mendaftarkan Nek Saniah untuk berangkat haji hinggamendapatkan porsi keberangkatan tahun 2026 dengan membayar Rp25.100.000.

"Namun sesaat hendak keberangkatan tahun 2026 ongkos Haji Ibusaya ini kurang sekira 18 juta lagi dari 43 juta yang harus dilunasi, sehinggakami semua menghutang kepada famili yang ada di pekan baru Riau, sehingga ibusaya Saniah dapat berangkat," ujar Siti, Rabu (24/6/2026).

Siti mewakili ibunya yang sudah tua dan sedikit pikun inimengucapkan terimakasih yang telah memberikan bantuan uang kes untuk pelunasanhutang nek Saniah.

"Alhamdulilah Pemerintah Indonesia memberikan bantuansebesar Rp20.800.000 sehingga hutang Ibu kami sebesar 18 juta sudah kamilunasi, hutang-hutang lainnya juga sudah lunas dan ada sisa sedikit untuk kirimdoa untuk ayah kami," pungkas Siti.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Harga Avtur Naik, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tetap Stabil