Kitakini.news -Nagari Aripan, Kabupaten Solok, dipenuhi semangat pelestarian budaya saat menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Silek Tuo, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 615 pegiat silek tradisi dari 41 perguruan yang berasal dari
Kota Solok dan
Kabupaten Solok ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman Balai Adat Nagari Aripan.
Kegiatan ini menjadi bukti semakin kuatnya upaya pelestarian silek tradisi di Sumatera Barat. Menariknya, peserta yang mengikuti silaturahmi tidak lagi didominasi kalangan tua. Generasi muda justru tampil lebih banyak, menunjukkan proses regenerasi pewaris silek tuo berjalan dengan baik.
Anggota DPRD Sumatera Barat, H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai sasaran dan perguruan silek.
"Ramainya peserta menandakan semakin peduli dan cintanya masyarakat terhadap silek tradisi," ujarnya.
Menurut H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, berkembangnya silek tuo di Kota Solok dan Kabupaten Solok tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat yang didukung melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, pembinaan yang disertai kegiatan silaturahmi tersebut mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam melestarikan silek tradisi, sekaligus menarik minat generasi muda untuk mempelajarinya.
"Melalui pembinaan dan silaturahmi ini, silek tradisi semakin hidup dan diminati generasi muda. Program ini akan terus berlanjut sebagai upaya pelestarian budaya," tegas H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam yang juga merupakan Tuo Silek Kota Solok.
Ia juga mengingatkan bahwa silek Minangkabau telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Menurutnya, jika dahulu keberadaan silek tradisi mulai jarang terlihat, kini perkembangannya semakin terbuka, eksis, dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, turut menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh perguruan silek dalam kegiatan tersebut.
"Kehadiran bersama ini menunjukkan kekompakan seluruh pegiat silek tuo, baik dari Kota Solok maupun Kabupaten Solok," katanya.
Marcos Sophan juga menyampaikan terima kasih kepada H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam yang terus mendorong pembinaan silek tradisi melalui program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berbasis adat dan budaya sebagaimana menjadi visi Bupati dan Wakil Bupati Solok.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan seluruh perguruan silek menuju Balai Adat Nagari Aripan. Setelah seremoni pembukaan, galanggang langsung dimeriahkan oleh berbagai penampilan para tuo silek dari masing-masing perguruan.
Penampilan pembuka atau buah ranum perdana diperagakan oleh H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam bersama Tuo Silek Limbago Budi, Rizal Intan Sati. Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, tampil bersama Tuo Silek Sinpia, Asraf Danil Dt. Tan Panggak. Ketua IPSI Kota Solok, Oktavianus Dt. Rajo Alam, juga turun ke galanggang bersama Ketua LKAAM, Reflidon Dt. Kayo.
Sebagai tuan rumah, Tuo Silek Kumango Aripan, Masfa Pakiah Marajo, berharap kegiatan Silaturahmi Silek Tuo dapat semakin membangkitkan minat generasi muda di Nagari Aripan untuk mempelajari dan melestarikan silek tradisi.
"Ini menjadi kebahagiaan bagi kami sebagai si pangka alek. Semoga semakin banyak generasi muda yang mencintai dan mendalami silek tradisi," tutupnya.