Kitakininews.co.id -Ratusan pengemudi ojek online atau ojol menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan. Mereka mendesak pemerintahsegera menerapkan aturan pemotongan biaya aplikasi maksimal 8 persen. Aksisempat diwarnai kericuhan, namun berhasil diredam aparat keamanan.
Ratusan pengemudi ojek online memadati kawasan KantorGubernur Sumatera Utara, Kamis siang (7/7/2026). Dalam aksinya, antar masasempat bentrok. Namun situasi itu dapat dileraisehingga kericuhan dapat dicegah.
Massamenuntut pemerintah segera mengimplementasikan aturan pemotongan biaya aplikasimaksimal 8 persen sebagaimana yang telah diumumkan pemerintah.
Merekamenilai hingga kini kebijakan tersebut belum dirasakan para mitra pengemudi,sementara potongan aplikasi masih dinilai memberatkan pendapatan sehari-hari.
Dalamaksi tersebut, para pengunjuk rasa secara bergantian menyampaikan orasi danmembawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar pemerintah segera memastikanaturan tersebut diberlakukan.
Situasisempat memanas ketika massa berupaya mendekati pintu masuk kompleks kantorgubernur. Aksi saling dorong dengan aparat keamanan pun sempat terjadi. Berkatupaya negosiasi dari petugas kepolisian dan koordinator lapangan, kericuhanakhirnya berhasil diredam sehingga demonstrasi kembali berlangsung kondusif.
MenurutPJ Sekda Pemprov Sumut Sulaiman Harahap, segala tuntutan diterima. GubernurSumatera Utara sangat apresiasi massa aksi yang datang melakukan unjuk rasanya.
Namun,untuk tuntutan yang diberikan Pemprov Sumut tidak berwenang, namun keluhan paraojol tetap disampaikan ke pemerintah pusat.