Kitakininews.co.id - Fenomena langit yang sangat langka akan menyapa dunia pada 2 Agustus 2027, ketika
Gerhana Matahari Total melintasi sebagian wilayah Eropa, Afrika Utara, hingga Jazirah Arab. Salah satu lokasi paling istimewa yang akan dilalui jalur totalitas adalah Kota Suci Makkah, Arab Saudi, yang diperkirakan akan mengalami kondisi siang berubah menjadi gelap gulita selama lebih dari lima menit.
Peristiwa astronomi ini disebut banyak pengamat sebagai "Eclipse of the Century" atau gerhana abad ini. Alasannya, durasi fase totalitas mencapai 6 menit 23 detik di titik maksimum, menjadikannya gerhana matahari total terlama yang dapat diamati dari daratan sejak 1991 dan tidak akan tersaingi hingga tahun 2114
Bagi Makkah, fenomena tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Jalur bayangan Bulan akan melintasi kota suci umat Islam itu secara langsung sehingga Matahari akan tertutup sepenuhnya. Berdasarkan perhitungan astronomi, fase totalitas di Makkah berlangsung sekitar 5 menit 5–10 detik, cukup lama untuk membuat langit berubah menyerupai senja bahkan malam di tengah hari.
Selain Makkah, kota besar lain di Arab Saudi seperti Jeddah juga berada dalam jalur totalitas. Jeddah bahkan diperkirakan menikmati kegelapan selama sekitar enam menit, sementara sejumlah wilayah lain di selatan Arab Saudi juga akan mengalami fenomena serupa.
Jalur gerhana total akan dimulai dari Samudra Atlantik, kemudian melintasi selatan Spanyol, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman hingga berakhir di Samudra Hindia. Wilayah di luar jalur totalitas tetap dapat menyaksikan gerhana sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda.
Di sepanjang jalur totalitas, pengamat akan menyaksikan berbagai fenomena yang hanya muncul saat gerhana total, mulai dari munculnya korona Matahari, turunnya intensitas cahaya secara drastis, perubahan suhu udara, hingga terlihatnya beberapa planet dan bintang terang pada siang hari. Kondisi tersebut hanya berlangsung beberapa menit sebelum cahaya Matahari kembali normal.
Meski menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler abad ini, para ilmuwan mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata khusus. Pengamatan hanya aman menggunakan kacamata gerhana bersertifikasi atau metode proyeksi yang sesuai standar keselamatan.
Fenomena ini diperkirakan akan menarik perhatian ilmuwan, fotografer, dan pecinta astronomi dari berbagai negara. Namun, akses menuju Makkah tetap mengikuti ketentuan Pemerintah Arab Saudi, di mana hanya umat Islam yang diperbolehkan memasuki kota suci tersebut.
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 menjadi salah satu peristiwa langit paling dinantikan dalam beberapa dekade terakhir. Bagi warga yang berada tepat di jalur totalitas, termasuk di Makkah, pengalaman menyaksikan siang hari berubah menjadi gelap selama beberapa menit akan menjadi momen astronomi yang sangat langka dan sulit terulang dalam satu generasi.
Sumber: Phys.org, Space, Time and Date,, nationaleclipse.com