Kitakininews.co.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa Traktor roda empat dan Kultivator kepada sejumlah kelompok tani.
Penyerahan bantuan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Panen Raya Bawang Merah varietas Batu Ijo di Nagori Bah Bolon, Kecamatan Dolog Masagal, Rabu (15/7/2026).
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih yang memimpin langsung acara menyatakan bahwa modernisasi mekanisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
Menurutnya, penggunaan teknologi tepat guna diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen petani di daerah itu.
"Dengan penggunaan teknologi yang lebih modern, saya yakin kesejahteraan petani di Kabupaten Simalungun akan semakin meningkat. Manfaatkan alsintan dan rawat dengan baik agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.
Kegiatan panen raya dipusatkan di lahan milik Jhon Ramadi Purba, seorang petani muda lokal. Keberhasilan budidaya bawang merah di lahan tersebut dinilai menjadi bukti nyata potensi hortikultura di Simalungun serta menjadi indikator positif bagi regenerasi pelaku usaha tani.
Anton menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian untuk menjamin keberlanjutan pembangunan.
Ia menyatakan pemerintah akan terus mendorong lahirnya petani yang inovatif dan melek teknologi agar sektor pertanian daerah tetap berdaya saing.
Jhon Ramadi Purba menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Namun, ia juga menyoroti pentingnya stabilitas pasokan sarana produksi.
Ia berharap pemerintah dapat menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di kios-kios resmi agar tidak menghambat proses tanam petani di musim mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih mengutarakan penyaluran alsintan adalah bagian dari transformasi menuju pertanian modern yang terintegrasi.
Selain penyediaan sarana fisik, lanjutnya, pemerintah juga fokus pada pendampingan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta koordinasi ketat untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi kebutuhan lapangan. (**)