Kitakininews.co.id - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan dan berbagai daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan kelangkaan stok bahan bakar minyak.
Kondisi tersebut dipicu terhambatnya distribusi BBM akibat tidak beroperasinya pengemudi mobil tangki. Untuk mengatasi persoalan ini, Polda Sumatera Utara mengerahkan ratusan personel guna mempercepat penyaluran BBM sekaligus mengamankan seluruh SPBU.
Ratusan kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU di Sumatera Utara. Warga rela mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.
Kondisi ini terjadi setelah distribusi BBM mengalami gangguan akibat tidak tersedianya pengemudi mobil tangki.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Polda Sumatera Utara langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sebanyak 786 personel untuk membantu proses distribusi dan pengamanan di lapangan, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan hasil pertemuan Polda Sumut dengan pihak Pertamina, kendala distribusi ini terjadi karena adanya permasalahan internal antara Pertamina dengan pihak ketiga yang menyediakan pengemudi mobil tangki.
Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol. Jaladri, menjelaskan hingga saat ini kepolisian belum melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab persoalan tersebut. Pasalnya, belum terdapat laporan resmi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
"Fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan distribusi BBM kembali normal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya kepada wartawan di Medan, Kamis (16/7/2026).
Untuk mengatasi kekosongan pengemudi mobil tangki, Polda Sumut mengerahkan 10 regu personel yang memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan berat untuk menjadi awak sementara mobil tangki Pertamina.
Mereka bertugas mengantarkan pasokan BBM ke SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara. Selain membantu distribusi, personel kepolisian juga melakukan pengawalan selama perjalanan guna memastikan pasokan BBM tiba dengan aman di setiap SPBU.
Di sisi lain, personel Brimob turut disebar ke 325 SPBU di Sumatera Utara untuk menjaga keamanan, mengatur arus lalu lintas, mencegah kemacetan, serta mengantisipasi kepanikan masyarakat selama proses pengisian BBM berlangsung.
Polda Sumatera Utara memastikan pengawalan distribusi BBM dan pengamanan di seluruh SPBU akan terus dilakukan selama satu kali dua puluh empat jam. Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, karena pasokan akan terus disalurkan hingga kondisi kembali normal. (**)