Kitakininews.co.id - Warga Kota Medan dan sekitarnya merasakan perubahan cuaca yang cukup mencolok sejak Rabu (15/7/2026). Setelah beberapa pekan didominasi panas terik, langit ibu kota Sumatera Utara kini lebih 'ramah', sering dipenuhi awan tebal, suhu udara terasa lebih sejuk, dan sinar matahari tidak lagi menyengat sepanjang hari.
Berdasarkan prakiraan resmi BMKG, kondisi berawan hingga berawan tebal memang mendominasi wilayah Medan sejak pertengahan Juli. Suhu harian berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang tetap tinggi, sehingga cuaca terasa lebih lembap dibandingkan awal musim kemarau.
BMKG: Atmosfer Masih Dinamis Meski Musim Kemarau
BMKG menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar Indonesia telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer belum sepenuhnya stabil. Aktivitas dinamika atmosfer masih mampu membentuk tutupan awan tebal, memicu hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara.
Dalam prospek cuaca mingguan, BMKG menjelaskan perkembangannya.
"Mayoritas wilayah Indonesia didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, namun dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan intensitas sedang dan angin kencang di sejumlah wilayah," demikian pernyataan BMKG.
BMKG juga memasukkan Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah yang masih memiliki peluang mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode 20–23 Juli 2026.
Mengapa Medan Tidak Lagi Terasa Panas?
Fenomena cuaca tak panas dan langit mendung yang berlangsung beberapa hari terakhir di Kota Medan dan sekitarnya dipengaruhi oleh meningkatnya pembentukan awan akibat kelembapan udara yang masih tinggi.
Tutupan awan tersebut mengurangi intensitas radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi sehingga suhu udara siang hari menjadi lebih rendah dibandingkan ketika langit cerah.
Selain itu, kelembapan udara di Medan masih berada pada kisaran 65 hingga 99 persen**, membuat udara terasa lebih sejuk meski suhu maksimum masih menyentuh sekitar 31 derajat Celsius.
Kondisi Berawan Diperkirakan Masih Berlangsung
Data prakiraan BMKG menunjukkan kondisi cuaca di Medan dalam beberapa hari ke depan masih didominasi pola berawan, cerah berawan, hingga hujan ringan.
Artinya, masyarakat kemungkinan masih akan menikmati cuaca yang relatif teduh, meski hujan lokal tetap berpotensi turun terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap musim kemarau identik dengan cuaca panas sepanjang hari. Perubahan kondisi atmosfer dapat memunculkan awan tebal dan hujan secara tiba-tiba.
Dalam laporan prakiraan cuaca nasional, BMKG menyampaikan perkiraannyaeperti di kota-kota besar.
"Mayoritas kota besar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal," ungapnya.
Karena itu, warga Medan tetap disarankan membawa perlengkapan hujan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore dan malam hari.
Sumber: BMKG, Journal Arta