Kota Medan

Medan Diselimuti Awan dan tak Terik Sejak 15 Juli, BMKG Ungkap Penyebabnya

BMKG Ungkap Penyebab Medan Terus Diselimuti Mendung
Sukri - Sabtu, 18 Juli 2026 12:00 WIB
Sukri Harahap
Cuaca Kota Medan berawan dan mendung, Sabtu (18/7/2026).

Kitakininews.co.id - Warga Kota Medan dan sekitarnya merasakan perubahan cuaca yang cukup mencolok sejak Rabu (15/7/2026). Setelah beberapa pekan didominasi panas terik, langit ibu kota Sumatera Utara kini lebih 'ramah', sering dipenuhi awan tebal, suhu udara terasa lebih sejuk, dan sinar matahari tidak lagi menyengat sepanjang hari.

Berdasarkan prakiraan resmi BMKG, kondisi berawan hingga berawan tebal memang mendominasi wilayah Medan sejak pertengahan Juli. Suhu harian berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang tetap tinggi, sehingga cuaca terasa lebih lembap dibandingkan awal musim kemarau.

BMKG: Atmosfer Masih Dinamis Meski Musim Kemarau

BMKG menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar Indonesia telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer belum sepenuhnya stabil. Aktivitas dinamika atmosfer masih mampu membentuk tutupan awan tebal, memicu hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara.

Dalam prospek cuaca mingguan, BMKG menjelaskan perkembangannya.

"Mayoritas wilayah Indonesia didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, namun dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan intensitas sedang dan angin kencang di sejumlah wilayah," demikian pernyataan BMKG.

BMKG juga memasukkan Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah yang masih memiliki peluang mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode 20–23 Juli 2026.

Mengapa Medan Tidak Lagi Terasa Panas?

Fenomena cuaca tak panas dan langit mendung yang berlangsung beberapa hari terakhir di Kota Medan dan sekitarnya dipengaruhi oleh meningkatnya pembentukan awan akibat kelembapan udara yang masih tinggi.

Tutupan awan tersebut mengurangi intensitas radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi sehingga suhu udara siang hari menjadi lebih rendah dibandingkan ketika langit cerah.

Selain itu, kelembapan udara di Medan masih berada pada kisaran 65 hingga 99 persen**, membuat udara terasa lebih sejuk meski suhu maksimum masih menyentuh sekitar 31 derajat Celsius.

Kondisi Berawan Diperkirakan Masih Berlangsung

Data prakiraan BMKG menunjukkan kondisi cuaca di Medan dalam beberapa hari ke depan masih didominasi pola berawan, cerah berawan, hingga hujan ringan.

Artinya, masyarakat kemungkinan masih akan menikmati cuaca yang relatif teduh, meski hujan lokal tetap berpotensi turun terutama pada sore hingga malam hari.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap musim kemarau identik dengan cuaca panas sepanjang hari. Perubahan kondisi atmosfer dapat memunculkan awan tebal dan hujan secara tiba-tiba.

Dalam laporan prakiraan cuaca nasional, BMKG menyampaikan perkiraannyaeperti di kota-kota besar.

"Mayoritas kota besar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal," ungapnya.

Karena itu, warga Medan tetap disarankan membawa perlengkapan hujan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore dan malam hari.

Sumber: BMKG, Journal Arta

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Pegawai Spa di Medan Jadi Pengedar Happy Water, Polisi Ringkus Pemasoknya

News

BBM Diduga Diselewengkan, Pertamina Tidak Buat Laporan

News

Daftar 4 Korban Tewas dan 8 Korban Luka dalam Laka Beruntun Maut di Sibolangit

News

Laka Maut di Jalan Jamin Ginting Sibolangit, 4 Korban Tewas dan Sopir Truk Diamankan

News

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Deli Serdang, Tujuh Kendaraan Ringsek dan Ada Korban Tewas

News

Samuel Nababan Yakin PSMS Medan Mampu Bersaing di Piala Presiden Elite 2026