Kitakininews.co.id - Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Hj Anita Lubis menilai keluarnya Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (21/7/2026), dipicu oleh miskomunikasi.
Menurutnya, rapat tersebut sejatinya telah memenuhi syarat kuorum sejak awal sidang.
Seperti diketahui rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus SH M.Kn itu mengagendakan pengambilan keputusan bersama atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumut Tahun Anggaran 2025.
Namun, sidang diwarnai interupsi sejumlah anggota dewan yang mempertanyakan kuorum pengambilan keputusan hingga akhirnya rapat diskors dan dijadwalkan kembali melalui Badan Musyawarah (Banmus).
Menanggapi keluarnya Bobby Nasution di tengah berlangsungnya interupsi, Anita menegaskan tidak ada persoalan substansial di balik peristiwa tersebut.
"Menurut saya itu hanya miskomunikasi saja. Karena kalau kita lihat dari jawaban akhir fraksi-fraksi, seluruh fraksi pada dasarnya sudah menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2025. Sebenarnya agenda rapat tadi tinggal penandatanganan keputusan bersama," kata Anita kepada wartawan usai rapat.
Anita juga menjelaskan bahwa berdasarkan Tata Tertib DPRD Sumut, persyaratan kuorum telah terpenuhi sejak rapat dibuka pada pagi hari. Dari total 99 anggota DPRD Sumut, sedikitnya 66 anggota harus hadir untuk memenuhi ketentuan dua pertiga jumlah anggota.
"Sejak pagi sudah ada 69 anggota yang hadir dan menandatangani daftar hadir. Artinya kuorum sudah terpenuhi dan rapat resmi dibuka. Seluruh tahapan, termasuk penyampaian pandangan akhir fraksi, juga sudah berlangsung," terang Wakil rakyat dari Dapil Sumut III meliputi Kabupaten Deli Serdang ini.
Ia mengatakan, berkurangnya jumlah anggota dewan di dalam ruang sidang menjelang siang hingga sore merupakan hal yang lumrah.
Menurutnya, sebagian anggota keluar sementara untuk melaksanakan Sholat, makan siang, maupun mengikuti agenda rapat lainnya.
"Mereka bukan berarti meninggalkan rapat. Ada yang salat, makan siang, ada juga yang menghadiri rapat dengar pendapat. Itu hal yang biasa terjadi," jelasnya.
Terkait keputusan Bobby Nasution meninggalkan ruang sidang sebelum rapat diskors, Anita menduga gubernur belum memperoleh informasi secara utuh mengenai kondisi rapat yang sejak awal telah memenuhi kuorum.
"Mungkin hanya terjadi miskomunikasi. Apalagi Pak Gubernur baru kembali dari kunjungan kerja ke Nias, sehingga kemungkinan belum mengetahui bahwa sejak pagi rapat ini sebenarnya sudah memenuhi kuorum," pungkasnya. (**)