Dugaan Ledakan Berasal dari Kebocoran Pipa Gas Tanam, PGN Tutup Jaringan di Grand Polonia

Azzaren - Rabu, 22 Juli 2026 17:00 WIB
Teks foto : Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam penyebab ledakan di rumah kompleks Grand Polonia. (Angga)

Kitakininews.co.id - Ledakan di perumahan Grand Polonia yang terjadi Senin (20/7/2026), disebutkan Polrestabes Medan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran pipa gas tanam yang ada.

Ini merupakan hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah dan dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas.

Dugaan pipa gas bawah tanah bocor yang memicu terjadinya ledakan dahsyat di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, terus mencuat. Terlebih setelah tim Labfor Polda Sumut menyebut ada indikasi kuat ledakan berasal dari dapur rumah

Terkait hal tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ketika dikonfirmasi membenarkan pipa gas terpasang di perumahan Grand Polonia Medan. Pipa tersebut menyalurkan gas untuk setiap rumah di dalam kompleks, termasuk rumah 3B yang terjadi ledakan.

"Memang benar kami mempunyai jaringan pipa gas di perumahan Grand Polonia ini yang melayani pelanggan di dalam kompleks ini, termasuk di rumah 3B tersebut," kata General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, di lokasi, Selasa sore (21/7/2026).

Andi mengatakan usai terjadi ledakan, jaringan gas tersebut ditutup. Maka itu ia memastikan lingkungan perumahan tetap aman.

"Jadi kami bisa sampaikan bahwa gas bumi itu yang sebagian besar itu adalah metana, gas yang ringan dan setelah kita tutup, tidak ada aliran gas yang masuk. Otomatis semua aman," ujar Andi.

Jaringan pipa gas tersebut terpasang di kompleks Grand Polonia Medan sejak 2003. Andi memastikan pihaknya rutin melakukan perawatan setiap satu hingga tiga bulan.

Selain itu, dia juga membenarkan bahwa di kompleks ini semuanya memakai pipa gas tanam. "Setelah insiden ledakan terjadi, PGN menutup aliran gas untuk satu kompleks dengan alasan keamanan.

Disebutkannya jalur gas bawah tanah di kompleks ini disebutnya sudah lama dipasang bahkan sejak tahun 2003. Secara operasional, Andi mengaku PGN telah melakukan operation and maintenance secara berkala.

"Memang kami secara berkala antara 1 sampai 3 bulan melakukan pengecekan pembacaan meteran. Sebagaimana PLN gitu ya, kami baca meter. Dalam pembacaan meter itu juga kami melakukan sosialisasi keselamatan. Kalau misalnya kira-kira ada indikasi kebocoran atau apa, pasti dilaporkan kepada kami," ucapnya.

Sampai saat ini, pihaknya bersama polisi terus melakukan investigasi. Sebab, hasil pengecekan awal, terjadi perbedaan antara kedua belah pihak.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Ini Daftar Korban Ledakan Grand Polonia: Tiga Meninggal, Empat Selamat

News

Korban Terakhir Ledakan Grand Polonia Ditemukan, Total Tiga Orang Meninggal Dunia

News

Enam Korban Ledakan Grand Polonia: Dua Tewas, Dua Dirawat, Satu Masih Dalam Pencarian

News

Tinjau Lokasi Ledakan Grand Polonia, Wali Kota Medan Pastikan Evakuasi Korban Berjalan Maksimal

News

Satu Korban Ledakan Grand Polonia Ditemukan Tewas, Polisi dan PGN Beda Pendapat Soal Penyebab

News

Soal Ledakan di Grand Polonia Medan, PGN: Hasil Tes Gas Metana 0 ppm