Kitakininews.co.id - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan Visitasi Agenda dan Lesson Learnt sebagai bagian dari pembelajaran Program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VI.
Kegiatan berlangsung di Tapanuli Selatan (Taosel) selama empat hari, mulai 20 - 23 Juli 2026, dengan mengangkat tema "Kepemimpinan Adaptif untuk Memperkuat Peran Komunitas dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana guna Mempercepat Pemulihan dan Meningkatkan Daya Saing Daerah."
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus serta Pembimbing, Dr Hironymus Ghodang. Seluruh peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk pembelajaran lapangan pada lokus yang telah ditentukan sesuai tema strategis masing-masing.
Kepala BPSDM Sumut, Agustinus mengatakan bahwa sebanyak 12 peserta yang tergabung dalam Kelompok 3 melaksanakan visitasi dan diskusi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui forum ini, peserta memperoleh pembelajaran mengenai praktik kepemimpinan adaptif dalam penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya terkait penguatan tata kelola berbasis data, koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan daerah.
"Selama kegiatan berlangsung, peserta berdialog langsung dengan jajaran Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan mengenai berbagai praktik baik yang telah diterapkan.
Antara lain integrasi program pemulihan ke dalam dokumen perencanaan daerah, verifikasi lapangan terhadap usulan rehabilitasi, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta penguatan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari organisasi pembelajar. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi peserta dalam mengembangkan inovasi dan kepemimpinan strategis di instansi masing-masing," sebut Agustinus.
Melalui kegiatan visitasi ini lanjutnya, diharapkan seluruh peserta PKN Tingkat II mampu mengadopsi nilai-nilai kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Hasil pembelajaran di Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan menjadi inspirasi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.