Kitakininews.co.id - Hujan disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, yang mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi milik petani roboh. Kondisi ini membuat petani terancam merugi karena hasil panen berkurang.
Kondisi hamparan persawahan di Desa Pematangjering, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batubara, dipenuhi tanaman padi roboh setelah diterjang hujan disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir, Jumat (31/7/2026).
Hembusan angin yang cukup kuat membuat batang padi tidak mampu menahan beban bulir yang sudah berisi, sehingga rumpun padi rebah hampir menutupi seluruh permukaan sawah.
Sebagian besar tanaman yang roboh sudah memasuki usia siap panen, apabila tidak segera ditangani, bulir padi berisiko rontok dan membusuk sehingga dapat menyebabkan hasil panen menurun drastis.
Seorang petani, Halimah, mengatakan guna mengurangi dampak kerugian, para petani mengikat rumpun padi agar tanaman padi kembali tegak dan tetap dapat dipanen.
Proses pengikatan dilakukan secara manual dan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak. Akibatnya, petani harus menambah biaya produksi untuk membayar upah para pekerja.
Menurut petani biaya yang semula dipersiapkan untuk masa panen kini bertambah karena harus menyelamatkan tanaman terlebih dahulu. Kondisi ini tentu mengurangi keuntungan yang akan mereka peroleh saat panen nanti.
Para petani juga berharap cuaca membaik dalam beberapa hari ke depan agar padi yang sudah diikat tidak kembali roboh akibat hujan dan angin susulan.