Napak Tilas Perjuangan, M Yusuf Tanamkan Nilai Pancasila dan Wasbang Kepada Gen Z

Heru - Minggu, 09 Agustus 2026 19:49 WIB
(Istimewa)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Golkar, M Yusuf SH MH saat menyerahkan Bendera Merah Putih kepada warga untuk dikibarkan di depan rumah masing masing menjelang HUT Kemerdekaan RI

Kitakininews.co.id - Menanamkan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Sejarah perjuangan bangsa perlu dihadirkan dalam bentuk kegiatan yang mampu membangun pengalaman, kesadaran dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Semangat itulah yang mendorong Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Fraksi Partai Golkar, Muhammad Yusuf SH MH yang akan menggelar kegiatan "Napak Tilas Perjuangan: Menelusuri Jejak Perjuangan, Menguatkan Semangat Wawasan Kebangsaan" yang melibatkan pelajar SMA, SMK dan sederajat se-Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.

M Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi tugas Anggota DPRD Sumut dalam penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, sekaligus menjadi upaya mendekatkan generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa.

"Kegiatan ini merupakan implementasi dari penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Sumut. Kita ingin nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan itu terus hidup di tengah generasi muda," ujar M Yusuf kepada wartawan disela sela kegiatan, Minggu (9/8/2026).

Menurut Yusuf, generasi muda merupakan kelompok yang sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, para pelajar harus memiliki fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, pemahaman mengenai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa dan wawasan kebangsaan harus terus diberikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Jangan sampai generasi kita hanya mengenal perjuangan para pahlawan dari buku pelajaran. Mereka harus memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan panjang, pengorbanan dan persatuan," tandasnya.

Belajar Sejarah dengan Cara yang Menyenangkan

M Yusuf menilai kegiatan Napak Tilas dapat menjadi media edukasi yang lebih menarik bagi pelajar. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga dilatih membangun kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.

"Kita ingin sejarah tidak hanya menjadi hafalan, tetapi menjadi inspirasi. Dari perjuangan para pendahulu, anak-anak muda bisa belajar tentang keberanian, pengorbanan, persatuan dan pantang menyerah," ujarnya.

Napak Tilas Perjuangan akan dilaksanakan Minggu (16/8/2026), dengan lokasi kegiatan di SMA Negeri 1 Binjai dan Edukasi Center Binjai. Peserta berasal dari SMA, SMK dan sederajat di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.

Kegiatan tersebut juga dikemas dalam bentuk kompetisi dengan memperebutkan trophy, uang pembinaan dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Selain itu, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan piagam dan pin Napak Tilas.

Menurut Yusuf, pemberian penghargaan bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Lebih penting dari itu adalah memberikan ruang kepada pelajar untuk belajar berkompetisi secara sehat, bekerja sama dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Kita berharap mereka menikmati prosesnya. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengalaman dan memahami makna perjuangan serta kebangsaan," imbuhnya.

Perjuangan Masa Kini adalah Membangun Negeri

Lebih lanjut Yusuf menegaskan, bahwa bentuk perjuangan generasi muda saat ini tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tugas mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya.

Pelajar, katanya, dapat menunjukkan semangat perjuangan melalui pendidikan, prestasi olahraga, kreativitas, inovasi, kepedulian sosial serta berbagai kegiatan positif lainnya.

"Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, sekarang anak-anak kita berjuang melalui pendidikan dan karya. Mereka harus menjadi generasi yang produktif, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungannya," ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan mampu menjadi momentum membangun kesadaran kebangsaan yang terus tumbuh dalam kehidupan para peserta.

Terlebih, Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa. Perbedaan tersebut, menurut Yusuf, harus dipandang sebagai kekuatan dan bukan alasan untuk terpecah.

"Pancasila harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan adalah kenyataan bangsa Indonesia, tetapi persatuan merupakan pilihan yang harus terus kita jaga," tegasnya.

Generasi Muda Penentu Masa Depan

M Yusuf juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan.

Ia berharap melalui kegiatan seperti Napak Tilas Perjuangan, semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah.

"Kemerdekaan ini diwariskan oleh para pejuang kepada kita. Tugas kita adalah menjaga, merawat dan mengisinya. Jangan sampai pengorbanan para pahlawan menjadi sia-sia karena generasi penerus kehilangan semangat kebangsaan," katanya.

Yusuf menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, cinta Tanah Air dan menjunjung tinggi persatuan.

"Anak-anak muda inilah yang nantinya menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, sejak sekarang mereka harus dibekali bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Sidang Smartboard Langkat: Rekanan Akui Dana Rp19 M Mengalir ke Baron

News

Hadirkan Pemerintah Lebih Dekat dengan Rakyat, Fraksi PAN DPRDSU Dorong Gubsu Berkantor di Daerah

News

Apresiasi Gubsu di Nias, Ihwan Ritonga: Berkantor di Daerah Jadi Contoh Kepemimpinan Yang Dekat dengan Rakyat

News

Abdul Rahim Desak Bobby Nasution Segera Tetapkan Sekda Sumut Definitif

News

Eko Afrianta Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Amalkan Nilai Pancasila

News

Jangan Hanya di Pulau Nias, Bobby Juga Diharapkan Berkantor di Tabagsel