Kitakininews.co.id - Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Puskesmas Medan Labuhan menerapkan strategi "jemput bola" (active case finding) guna melacak dan menemukan kasus tersembunyi Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Penelusuran (tracing) TBC yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut digelar di halaman Gereja HKBP Sei Mati, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.
Aksi tanggap di lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Medan Labuhan, dr. Imelda Iriana br Purba, bersama Lurah Sei Mati, Yogi Frasetya Wahyu, S.E. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendukung program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menargetkan pelacakan 100 persen kontak erat pasien TBC demi mempercepat pemutusan rantai penularan nasional.
Inisiatif ini juga mempertegas komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat meninjau layanan penanganan TBC di RSUP H. Adam Malik bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, pada pertengahan Juli lalu.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Sei Mati tersebut, sebanyak 100 warga menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif. Petugas medis melakukan penapisan (screening) ketat untuk mengidentifikasi potensi penularan sejak dini di lingkungan rumah tangga.
Warga yang teridentifikasi sebagai kontak erat penderita TBC akan mendapatkan pendampingan medis secara berkesinambungan. Skema penanganan meliputi pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), pemeriksaan spesimen lanjutan, hingga pemberian paket pengobatan gratis dari puskesmas sampai pasien dinyatakan sembuh total.