Kitakininews.co.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan mewisuda sebanyak 800 lulusan program sarjana dan pascasarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda yang berlangsung di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan, Sabtu (15/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof Sumper Mulia Harahap, mengajak para wisudawan untuk menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagaimana paradigma Teoantropoekosentris yang menjadi ciri khas pengembangan keilmuan di UIN Syahada.
Menurut Rektor, paradigma Teoantropoekosentris menempatkan Tuhan sebagai pusat nilai (teosentris), manusia sebagai subjek pembangunan dan peradaban (antroposentris), serta lingkungan sebagai bagian yang harus dijaga dan dilestarikan (ekosentris). Ketiga unsur tersebut harus berjalan seimbang dalam kehidupan dan pengabdian alumni di tengah masyarakat.
"Ilmu yang diperoleh di kampus ini tidak hanya untuk mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat, menjaga nilai-nilai ketuhanan, memperkuat kemanusiaan, serta merawat lingkungan sebagai amanah yang harus dijaga bersama," ujar Prof. Sumper.
Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pagi, sebanyak 500 lulusan diwisuda yang terdiri dari 80 lulusan Program Pascasarjana, 162 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 80 lulusan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH), serta 178 lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Sementara pada sesi siang, sebanyak 300 lulusan diwisuda yang terdiri dari 26 lulusan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) dan 274 lulusan FTIK dari berbagai program studi.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan UIN Syahada sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
"Orang yang memiliki IPK tertinggi adalah kebanggaan masa lalu, tetapi orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan. Alumni harus mampu menunjukkan keunggulan melalui keilmuan, karakter, dan inovasi yang memberi manfaat bagi sesama," katanya.
Lebih lanjut, Prof. Sumper menekankan bahwa paradigma Teoantropoekosentris yang dikembangkan UIN Syahada harus menjadi fondasi berpikir dan bertindak para alumni. Dengan paradigma tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas spiritual, kepekaan sosial, serta tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
"Keberhasilan sejati bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi bagaimana ilmu yang dimiliki dapat menjadi rahmat bagi manusia dan alam semesta. Inilah semangat Teoantropoekosentris yang terus kami tanamkan kepada seluruh mahasiswa UIN Syahada," tegasnya.
Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar UIN Syahada Padangsidimpuan dan terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
Sidang wisuda turut dihadiri Ketua Senat UIN Syahada Padangsidimpuan Prof Muhammad Darwis Dasopang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, perwakilan orang tua wisudawan, serta sejumlah pimpinan lembaga dan perbankan di Kota Padangsidimpuan.