Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Heru - Rabu, 19 Agustus 2026 12:41 WIB
(Dok. Fraksi PDIP DPRD Sumut)
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dr dr Hj Meriahta Sitepu MKM

Kitakininews.co.id -Pemerintah diminta tidak berhenti pada permintaan maaf saja, menyusul gangguan kesehatan atau dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar SMA dan SMk setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, tapi harus diusut tuntas penyebabnya dan pelakunya dihukum sesuai aturan hukum.

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Dr dr Hj Meriahta Sitepu MKM kepada wartawan, Rabu (19/8/2026) melalui telepon di Medan menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Bobby Nasution yang telah meminta maaf kepada para pelajar dan keluarga korban serta memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemprovsu hingga mereka dinyatakan pulih total.

Menurut Meriahta, permintaan maaf pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi. Namun, yang jauh lebih penting, memastikan seluruh pelajar yang mengalami gangguan kesehatan mendapat penanganan medis secara maksimal dan tidak mengalami dampak kesehatan berkepanjangan.

"Permintaan maaf tentu kita apresiasi. Tetapi yang paling penting sekarang, bagaimana memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang maksimal sampai benar-benar pulih," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut itu.

Wakil rakyat dari Dapil Sumut XII meliputi Kabupaten Langkat dan Kota Binjai ini juga mengingatkan agar pernyataan bahwa kejadian tersebut merupakan takdir Tuhan tidak menghilangkan kewajiban untuk mencari tahu penyebab sebenarnya.

Menurutnya, aspek tanggung jawab dan kemungkinan adanya kelalaian tetap harus diperiksa secara menyeluruh.

"Kalau penyebabnya belum diketahui, jangan dulu menyimpulkan. Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Tetapi seluruh prosedur harus dievaluasi, sehingga kalau ada kelemahan atau kelalaian bisa segera diperbaiki," tegasnya.

Seperti diketahui, tercatat sebanyak 353 pelajar mengalami gejala keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG. Jumlah tersebut, menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima program.

Karena itu, Meriahta meminta seluruh tahapan pelaksanaan MBG di Karo dievaluasi, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan makanan hingga pendistribusiannya kepada para siswa. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Program MBG adalah program yang sangat baik karena bertujuan meningkatkan gizi anak-anak. Tetapi pelaksanaannya harus benar-benar memenuhi standar keamanan pangan," tandasnya.

Meriahta berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diketahui sehingga penyebab gangguan kesehatan para pelajar menjadi terang dan Komisi E DPRD Sumut dalam hal ini akan terus mengawal penanganan para korban sekaligus meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Karo. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Kejari Nias Selatan Komit Jalankan Program Jaksa Sahabat Pendidik

News

Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Gandeng Kejati Sumut

News

Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri: Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

News

Petani Sergai dan Tebing Tinggi Keluhkan Dugaan Dampak Limbah PKS

News

Kelompok Suporter Minta 40 Klub Tak Bikin Gaduh: PSMS Sedang Fokus Kejar Juara Championship

News

Megawati Perintahkan Kader Hadir di Tengah Rakyat, PDI Perjuangan Sumut Beri Tali Asih Korban MBG di Karo