Kitakininews.co.id -Ratusanmasyarakat Tionghoa di Kota Medan hingga dari Negeri India mengikuti festivalHungry Ghost di Vihara Gunung Timur, Kamis sore (27/8/2026). Tradisi iniditandai dengan ritual sembahyang dan pembakaran berbagai perlengkapanpersembahan sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur.
Dalam tradisiini, masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian ritual dengan melemparribuan kertas persembahan dan mengumpulkan berbagai replika barang.
Diantaranyareplika rumah, kendaraan, serta berbagai perabotan dan perlengkapanlainnya. Seluruh persembahan tersebut dikumpulkan di satu titik untukkemudian dibakar.
Sebelum prosesipembakaran dilakukan, pengurus vihara terlebih dahulu melaksanakan ritualsembahyang dan doa bersama.
Setelahrangkaian sembahyang selesai, berbagai replika dan ribuan kertas persembahankemudian dibakar.
Tradisi atauFestival Hungry Ghost merupakan bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa yangberkaitan dengan penghormatan kepada leluhur dan mereka yang telah meninggaldunia.
Di ViharaGunung Timur, tradisi ini menjadi salah satu momen bagi masyarakat untukbersama-sama menjalankan ritual keagamaan sekaligus mempertahankan warisankebudayaan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun.Tradisi ini punberlangsung dengan khidmat dan diikuti ratusan masyarakat yang hadir di ViharaGunung Timur, Medan.
MenurutPengurus Vihara Rizki, festival hantu kelaparan ini dilakukan tiap tahun.Yang mana,memperingati hari leluhur bulan 7 atau bulan arwah . Dimana menurut keyakinansuku Tionghoa Budha bulan ini para arwah berdatangan.
Rizki jugajelasa , ramainya yang datang bukan hanya dari kota Medan saja. Melainkan dariluar provinsi hingga dari India.