Kitakininews.co.id - Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) di Parapat, Kabupaten Simalungun, resmi ditutup, Senin (31/8/2026) malam. Raker tersebut melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi pijakan dalam penyusunan dan pelaksanaan program DPRD Sumut tahun anggaran 2027.
Penutupan raker dilakukan Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto M.Si didampingi Wakil Ketua Ihwan Ritonga.
Bagi DPRD Sumut, raker ini bukan sekadar agenda rutin kelembagaan. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi kinerja, menyatukan gagasan dan menyusun langkah strategis agar kerja-kerja parlemen pada tahun mendatang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sutarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Sumut yang mengikuti rangkaian raker sejak awal hingga selesai.
Ia menilai, tingginya partisipasi anggota dalam setiap pembahasan menunjukkan keseriusan DPRD dalam menjalankan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
"Saya mengapresiasi seluruh anggota DPRD Sumut yang sejak awal sampai selesai mengikuti rangkaian raker dengan baik. Bahkan, seluruh anggota aktif dalam diskusi-diskusi dan memberikan masukan," ujar Sutarto.
Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul dalam diskusi justru menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan yang lebih matang. Setiap gagasan diharapkan dapat memperkaya rekomendasi yang nantinya diterjemahkan menjadi program kerja yang memiliki dampak nyata.
Dari forum raker, DPRD Sumut ingin memastikan bahwa setiap rencana kerja tidak berhenti di atas kertas, tetapi hadir dalam bentuk kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal senada juga dikatakan Ihwan Ritonga yang menegaskan bahwa rekomendasi yang dihasilkan dalam raker harus ditindaklanjuti dan diharapkan berbagai gagasan yang telah dibahas dapat diterapkan dalam program kerja pada tahun anggaran 2027.
"Harapan kita, raker ini bisa diterapkan dalam program pada tahun mendatang. Tentunya, apa yang didiskusikan dan dihasilkan sejalan dengan visi dan misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution-Surya," terangnya.
Menurut Ihwan, sinergi antara DPRD dan Pemprovsu menjadi bagian penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.
DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, sementara pemerintah daerah menjalankan program yang telah direncanakan.
Karena itu, hasil Raker diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat, fungsi DPRD dan kebijakan pembangunan pemerintah daerah.
Ihwan menambahkan, semangat yang dibangun selama Raker harus terus dipelihara setelah forum berakhir. Pekerjaan sesungguhnya justru dimulai ketika berbagai rekomendasi tersebut diterjemahkan menjadi program dan kebijakan.
Mengubah Diskusi Menjadi Aksi
Raker DPRD Sumut yang membahas laporan kinerja DPRD periode Juli 2025 hingga Juli 2026 serta rencana kerja DPRD tahun 2027 itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kelembagaan.
Seluruh alat kelengkapan dewan, mulai dari pimpinan, komisi-komisi, badan-badan hingga unsur pendukung lainnya, terlibat dalam pembahasan.
Semangat yang terlihat selama Raker menunjukkan bahwa pembangunan Sumatera Utara membutuhkan kerja bersama, bukan hanya kerja satu lembaga.
Dia menambahkan, rekomendasi yang lahir dari raker diharapkan menjadi energi baru bagi DPRD Sumut untuk bekerja lebih responsif, memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas penganggaran dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (**)