Upaya Pemko Medan Tangani Stunting Ada 3 Prioritas Ini

- Selasa, 07 Maret 2023 21:14 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202303/pemko_medan2.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Program pemberian makanan tambahan, bapak asuh anak stunting (BAAS) serta memberikan bantuan program UMKM bagi keluarga anak yang terkena stunting guna menggerakkan perekonomian keluarganya  merupakan bagian dari upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam menangani masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak di Kota Medan tersebut.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Roadshow Daring Bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy terkait Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara melalui Command Center Balai Kota Medan, Selasa (7/3/2023).

"Bagi keluarga yang anaknya terkena stunting, kami bantu untuk menggerakkan ekonomi mereka lewat bantuan UMKM. Bahkan, kami (Pemko Medan) juga jadi market pertama bagi pelaku UMKM dengan memasukkan hasil produk mereka ke dalam E-Katalog Pemko Medan," kata Bobby Nasution.

Selain itu dalam menangani stunting, ungkap Bobby Nasution, Pemko Medan juga masih terkendala perbedaan prevalensi antara hasil  Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan kondisi rill yang ditemukan di lapangan cukup tinggi. "Tidak tersedianya data By Name By Address (BISA) hasil SSGI sehingga tidak dapat dilacak balita stunting yang dimaksudkan sesuai hasil SSGI," ungkapnya didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Sementara itu untuk penanganan kemiskinan ekstrem, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga masih terkait data yang tidak tervalidasi. "Kemarin, kami sudah mengirimkan surat terkait verifikasi data-data ke Kemenko PMK. Jadi, kami mohon bantuan agar data yang dimiliki valid dan kami bisa lakukan intervensi penanganannya," harapnya.

Sedangkan Menko PMK RI Muhadjir Effendy dalam roadshow daring itu mengungkapkan, terkait kemiskinan ekstrem, Pemerintah Daerah (Pemda) bisa memaksimalkan dana desa/kelurahan. "Penggunaan APBD untuk penanganan ekstrim juga harus dioptimalkan termasuk dalam penanganan stunting," bilang Menko PMK.

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

News

Persib dan Persebaya Sudah Lolos, Siapa Dua Tim Terakhir ke Semifinal Piala Presiden 2026?

News

Bernardo Tavares Akui PSMS Medan Bikin Persebaya Kesulitan

News

Eko Purdjianto Puji Perlawanan PSMS Meski Takluk Tipis dari Persebaya

News

Pemprovsu Siapkan Perda Larangan Penggunaan ‘Vape'

News

Merusak Generasi Bangsa, Kurir 56,13 Kg Ganja Dihukum 20 Tahun Penjara

News

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa