Sinabung Erupsi, Belajar Mengajar di SD Negeri 040480 Sukandebi Masih Berjalan

Azzaren - Kamis, 03 September 2026 07:52 WIB
(Kitakininews/Azzaren)
Suasana di SD Negeri 040480 Sukandebi, Kabupaten Karo terlihat semangat melakukan aktivitas belajar meski tetap berjalan.

Kitakininews.co.id -Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 040480 Sukandebi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tetap berlangsung di tengah erupsi Gunung Sinabung.

Meski abu vulkanik mengganggu pernapasan dan membuat lingkungan sekolah cepat kotor, para siswa memilih tetap datang dan belajar. Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 040480.

Para siswa yang masuk kelas, terlihat mengikuti pelajaran dan berusaha berkonsentrasi meski udara di sekitar sekolah tak sepenuhnya nyaman.

Sejumlah siswa mengaku abu bisa terhirup dan memicu batuk, jika terkena mata abu juga menyebabkan rasa perih.

Rasa takut juga muncul, terutama ketika abu vulkanik masuk ke lingkungan sekolah. Namun kekhawatiran itu tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap menuntut ilmu.

"Saya merasa terganggu karena abu bisa kita hirup menjadi batuk kalau kena ke mata bisa membuat mata perih," ujar salah seorang siswa, Syahputra, kepada wartawan, Kamis (3/9/2026) pagi.

Syahputra menyatakan sekolahnya terganggu karena para siswa bisa menghirup udara dan bisa membuat sesak, tapi bagaimanapun para siswa harus tetap bersekolah biar bisa menuntut ilmu.

Sementara bagi pihak sekolah, kondisi ini jelas memberi dampak terhadap proses belajar dan mengajar. Ruang kelas harus lebih sering dibersihkan, namun abu yang kembali turun membuat upaya tersebut tak selalu bertahan lama.

Plt Kepala Sdn 040480 Sukandebi, Rukun Sembiring, menyebutkan sejumlah siswa juga sudah mengalami batuk, meski demikian hingga kini pihak sekolah menyebut belum ada siswa yang dinyatakan sakit akibat paparan abu vulkanik.

Kegiatan belajar mengajar masih dilanjutkan karena belum ada instruksi dari dinas pendidikan untuk menghentikan pembelajaran.

Namun sekolah tak menutup mata terhadap risiko erupsi. Rukun juga mengungkapkan, kekhawatiran terbesar adalah jika erupsi besar terjadi saat siswa masih berada di sekolah. Sebab, siswa di sekolah ini berasal dari dua desa yaitu Sukandebi dan Sukatepu.

Jarak tempat tinggal yang berbeda menjadi hal yang cukup sulit, terutama jika kondisi gunung memburuk dan anak-anak harus segera dipulangkan.

"Paling dikhawatirkan kami dari pihak sekolah dalam situasi belajar seperti ini, tiba-tiba letusan besar terjadi. karena di sekolah ada dua desa, sukandebi dan suka tebu. yang suka tebu ini jaraknya agak lumayan. jadi begitu ada letusan besar, bagaimana anak-anak kita bisa pulang," ungkap Rukun.

Sekolah Dasar Negeri 040480 berjarak sekitar lima kilometer dari gunung Sinabung. Di tengah aktivitas vulkanik yang belum sepenuhnya mereda, pendidikan tetap berjalan, para siswa memilih menjaga semangat belajar di sekolah. (**)

Editor
: Heru

Tag:

Berita Terkait

News

Viral Dugaan Menu MBG Basi di Aramo Nias Selatan

News

Sutarto: Efektifkan Sistem Peringatan Dini Terintergrasi dan Kesiapan Logistik Evakuasi

News

72 Penerbangan Di Kualanamu Terdampak Erupsi Sinabung

News

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

News

“Anak Sehat, Ceria, Tumbuh Optimal”, Bunda PAUD Gunungsitoli Sambangi TK OBI Fodo

News

Hari ini, Gunung Sinabung Masih Berada di Level 3