Kitakininews.co.id - Di tengah ancamanerupsi Gunung Sinabung, warga Desa Kuta Tengah masih harus bertahan dipengungsian. Namun bagi Seven Sembiring, berada di pengungsian bukan berartibisa sepenuhnya meninggalkan kehidupan sebagai petani. Dari pengungsian, Sevenmemilih kembali ke ladangnya.
Bukan karena iatak takut dengan erupsi Gunung Sinabung, tetapi karena tanaman yang menjadisumber penghidupannya, tak bisa ditinggalkan begitu saja.
"Takut sihiya tapi ada juga bawa kendaraan roda dua mana tahu nanti tiba-tiba gunungerupsi kami sudah stand by untuk membawa kendaraan," ujar Seven, Sabtu(5/9/2026).
Dari Jambur SukaTepu, tempat warga Desa Kuta Tengah mengungsi, Seven bersiap meninggalkanpengungsian. Kendaraan roda dua menjadi pilihannya, sebab selain untuk menujuladang, kendaraan ini juga disiapkan untuk segera kembali, jika sewaktu-waktuaktivitas gunung meningkat.
"Kami padaumumnya masyarakat kuta tengah kami semua adalah petani kalau tidak kami rawattanaman kami kami tidak dapat hasil nanti kalaupun nanti datang erupsi gunungsinabung takut juga kami tanaman kami ini rusak, karena petani desa kuta tengahitu bermodal juga menanam lahan ini," kata Seven lagi.
Seven kembalimemasuki kawasan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.Setibanya di lahan, Seven langsung memeriksa tanaman. Abu vulkanik yangmenempel di sejumlah bagian tanaman tak menghalanginya untuk tetap bekerja.
Daun-daundiperiksa, tanaman dirawat dan kondisi lahan dipantau, bagi Seven inilah yangbisa dilakukannya saat ini. Rasa takut terhadap erupsi harus berbagi tempatdengan kekhawatiran akan kehilangan hasil pertanian.
Sebab bagipetani, tanaman yang tidak dirawat bisa rusak dan pada akhirnya menghilangkansumber pendapatan keluarga. Di tengah kondisi ini, Seven memilih tetap merawatlahannya, sambil terus memperhatikan kondisi Gunung Sinabung.
Meski abuvulkanik telah menyentuh lahan pertaniannya, Seven masih menyimpan harapan. Diamenyebut sejauh ini tanaman miliknya masih terlihat segar dan dalam kondisibaik.
Dan di baliksemua itu ada harapan Seven dan warga Kuta Tengah, agar pemerintah tetapmemperhatikan kehidupan mereka.
"Mudah-mudahanharapan kami masyarakat desa kuta tengah khususnya petani minta sama PemdaTanah Karo kami harus diperhatikan itu cuma harapan kami masyarakat desa kutatengah biar pemerintah Kabupaten Karo memperhatikan kami yang berdomisili dibawah kaki gunung sinabung," papar Seven.
Bagi Sevenkembali ke ladang bukan sekadar soal bekerja, ini tentang mempertahankan sumberkehidupan di tengah ancaman yang setiap saat bisa datang.