Kitakininews.co.id - Mencegah risiko pencurian dan gangguan keamanan seperti pencurian di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga mengungsi, tim tanggap darurat Gunung Api Sinabung di kabupaten Karo Sumatra Utara masih terus memperketat pengawasan di rumah-rumah warga pengungsi. Pengamanan ini dilakukan agar warga bisa beristirahat tenang di tempat lokasi pengungsian.
Langkah tegas ini dilakukan petugas TNI di wilayah Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, yang warganya harus mengungsi demi keselamatan, menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Api Sinabung.
Di desa ini, petugas membuat posko pengawasan di Jambur desa sebagai pusat kendali patroli.
Secara teratur, tim berkeliling memeriksa kondisi pintu, dan jendela rumah warga satu per satu, memastikan setiap rumah terkunci rapat dan bebas dari upaya pencurian.
Pengamanan ini di lakukan agar warga merasa aman dan tenang serta tidak cemas memikirkan harta benda mereka saat berada di pengungsian, sehingga tidak nekat kembali ke zona bahaya untuk memantau barang-barang milik mereka.
Pangdam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Hendy Antariksa, menjelaskan sebanyak 1.297 personil disiagakan dalam penanganan bencana erupsi Gunung Api Sinabung, dimana setiap personil memiliki peran masing-masing, baik dari segi pengamanan, pengawasan, serta lainnya agar warga merasakan keamanan dan nyaman.
Saat ini sebanyak 650 jiwa dari 207 Kepala keluarga warga desa Kuta Tengah masih mengungsi di lokasi Jambur desa Sukatepu Kecamatan Namateran.
Warga diimbau agar tetap waspada, selalu menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Dan menjauhi zona.merah gunung Api Sinabung dengan radius 3 Kilometer dari puncak gunung dan radius 6 Kilometer untuk sektoral tenggara dan timur.