Kitakininews.co.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas penyebab kebakaran lahan yang melanda lereng Bukit Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Sebab, kawasan perbukitan Danau Toba tersebut merupakan aset pariwisata yang harus dijaga dari berbagai bentuk kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran yang diduga dapat dipicu oleh kelalaian manusia.
Hal itu disampaikan Rudi kepada wartawan melalui sambungan telepon dari Kota Binjai, Minggu (6/9/2026), merespons kebakaran vegetasi yang terjadi, Sabtu (5/9/2026) dan viral di berbagai platform media sosial.
Rudi meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sumut bersama Polres Dairi segera melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Tak hanya itu, Rudi juga memint aparat memastikan apakah peristiwa itu dipicu faktor alam atau terdapat unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia.
"Kita tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini terus berulang setiap musim kemarau. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian, aparat harus mengusut tuntas dan menjatuhkan sanksi hukum agar ada efek jera," tegas Wakil rakyat dari Dapil Sumut XII meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini.
Lebih lanjut Rudi menjelaskan, kebakaran tersebut tidak hanya mengancam kelestarian vegetasi, tetapi juga dapat berdampak terhadap citra pariwisata Danau Toba. Bukit Paropo selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi wisata dan perkemahan yang banyak dikunjungi wisatawan.
Rudi juga meminta pemerintah daerah bersama BPBD memperketat pengawasan di kawasan perbukitan, terutama selama musim kemarau. Edukasi kepada wisatawan dan masyarakat mengenai bahaya api di kawasan terbuka juga harus terus dilakukan.
Selain penegakan hukum, sambung Rudi, langkah pencegahan perlu diperkuat melalui patroli rutin dan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di kawasan rawan kebakaran.
Pengelola kawasan wisata juga diminta menyediakan sarana keselamatan dan memastikan setiap pengunjung mematuhi aturan yang berlaku.
"Jangan sampai setelah kebakaran terjadi baru semua pihak bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas karena kerusakan lingkungan membutuhkan waktu yang lama untuk dipulihkan," tandasnya.
Rudi berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, pengelola wisata hingga masyarakat, bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Bukit Paropo dan Danau Toba sebagai salah satu destinasi unggulan Sumatera Utara. (**)