Kitakininews.co.id -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Riau dan Jambi, juga sudah sampai ke provinsi tetangga. Seperti di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), sejak tiga hari terakhir. Kondisi kabut asap semakin pekat dan jarak pandang hanya berkisar 100 hingga 500 Meter.
Kabut asap akibat Karhutla juga terjadi di daerah Sumbar), Kabut asap tampak tebal menyelimuti kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumbar.
Walau tidak ada titik api (Hotspot) Karhutla di wilayah Sumbar. Namun kabut asap yang menyelimuti Wilayah ini berasal dari provinsi Riau dan Jambi.
Kabut asap ini sudah terjadi dua Pekan terakhir, namun kondisi yang parah mulai terjadi sejak Jum'at pekan lalu hingga Senin (7/9/2026). Jarak pandang berkisar 100 hingga 500 Meter. Kondisi kabut terlihat tebal pada pagi dan sore hari.
Meski kabut terlihat tebal, namun belum menimbulkan dampak bagi warga. Aktivitas perkantoran dan sekolah masih tetap berlangsung secara normal. Kabut asap dari Karhutla ini dapat mengganggu kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), iritasi pada mata dan terganggunya aktivitas warga.
Warga dihimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota pun mulai membagikan Masker gratis kepada warga. (**)