Kitakininews.co.id - Penderitaan korban keracunan program makan bergizi gratis di Kabupaten Karo masih terus berlanjut. Salah seorang korban, Febi Yona Br Purba atau Feby (16), siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih menjalani pengobatan secara rawat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan.
Malah kondisi Feby semakin parah, karena dia mengalami hilang ingatan serta tidak mengenali keluarganya dan teman sekelasnya.
Hampir satu bulan berlalu, Feby belum bisa sekolah sebab belum pulih. Febi harus mengikuti pengobatan rawat jalan di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan.
Ditemani orang tuanya, Elvinus Lusiana Sitanggang, pada Senin siang (7/9/2026), menjalani pemeriksaan neurologi dan psikiatri di RS Adam Malik.
Elvinus bilang anaknya setelah keracunan mengalami lupa ingatan, tidak lagi mengenal adik, kakaknya dan anggota keluarga yang lain. Begitu juga dengan teman-teman satu kelasnya beserta guru gurunya tidak lagi dikenalnya.
Febi kerap mengalami kejang dan sulit berbicara akibat kondisi lidah tegang atau tertarik.
Elvinus memastikan sebelum keracunan program MBG, anaknya belum pernah mengalami kejang-kejang. Di sekolah Febi merupakan murid yang berprestasi, mendapat juara di kelas serta aktif berorganisasi menjadi wakil ketua OSIS SMK swasta bersama, Berastagi.
Manajer Hukum dan Humas Rumah Sakit Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, Selasa (8/9/2026), mengatakan Febi sudah menjalani dua kali pemeriksaan di Rumah Sakit Adam Malik Medan.
Untuk pemeriksaannya melibatkan dokter spesialis gastro anak, spesialis neurologi anak dan psikiatri. Terkait hasil pemeriksaan masih dalam penanganan dokter.
Seperti diketahui Feby menjadi korban keracunan makanan pada tangggal 13 Agustus lalu, usai mengkonsusmi makanan yang disediakan SPPG milik kodim. Sebanyak 389 orang dari lima sekolah menjadi korban dalam kasus ini.