Kitakininews.co.id -MEDAN : Upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen PKB terus digencarkan Pemerintah Kota Medan. Bersamaan dengan itu, digitalisasi transaksi pemerintah daerah juga dipacu agar pengelolaan penerimaan semakin cepat, transparan, dan terintegrasi.
Langkah tersebut dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melalui Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bertema "Membangun Kepatuhan Melalui Kemudahan Pelayanan dan Apresiasi" yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Medan di Hotel Arya Duta Medan, Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Direktur Utama PT Bank Sumut, Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Utara, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Medan, para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Medan, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor usaha.
Sosialisasi Opsen PKB menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai kewajiban perpajakan kendaraan bermotor. Edukasi yang diberikan mencakup kewajiban PKB dan Opsen PKB, tata cara registrasi kendaraan, hingga informasi mengenai program insentif dan apresiasi bagi wajib pajak yang memenuhi kewajibannya.
Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian mengatakan, sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi kunci untuk memastikan pelaksanaan pemungutan Opsen PKB berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
Menurut Agha, kepatuhan wajib pajak tidak cukup dibangun hanya melalui imbauan. Edukasi harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang mudah, koordinasi yang solid, serta pengawasan yang konsisten.
"Semakin mudah pelayanan yang diberikan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk memenuhi kewajibannya. Karena itu, edukasi, kemudahan layanan, dan pengawasan harus berjalan bersama," ujar Agha.
Untuk memperkuat kepatuhan, Bapenda Kota Medan juga mendorong seluruh perangkat daerah memastikan kendaraan dinas serta kendaraan pribadi milik ASN dan pegawai di lingkungan masing-masing telah memenuhi kewajiban PKB.
Imbauan tersebut turut diarahkan kepada pimpinan BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta agar memastikan kendaraan operasional maupun kendaraan pribadi karyawan memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.
Tidak berhenti pada sosialisasi, Bapenda Kota Medan bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara, Bapenda Provinsi Sumatera Utara, dan PT Jasa Raharja Cabang Medan akan melaksanakan operasi gabungan atau razia pajak kendaraan bermotor secara berkala di sejumlah wilayah Kota Medan.
Operasi tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan disiplin wajib pajak sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mengoptimalkan penerimaan PKB dan Opsen PKB.
Di sisi lain, High Level Meeting TP2DD Kota Medan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Digitalisasi dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun sistem penerimaan daerah yang lebih efisien, transparan, cepat, dan terintegrasi. Untuk itu, perangkat daerah pengampu retribusi daerah didorong mempercepat migrasi mekanisme pembayaran dari tunai menuju transaksi digital.
Peralihan tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi data penerimaan sekaligus membuat pemantauan transaksi berlangsung lebih cepat, akurat, dan mudah ditelusuri.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Bapenda Kota Medan turut memperkenalkan Elektronik Layanan Optimalisasi Kolaborasi Integrasi Terpadu Pajak Daerah (E-Loket Pajak) yang secara resmi diluncurkan Wali Kota Medan Rico Waas.
E-Loket Pajak merupakan inovasi layanan berbasis integrasi data yang dirancang untuk memangkas kerumitan administrasi perpajakan melalui konsep layanan satu pintu. Pada tahap awal, layanan ini difokuskan untuk mendukung pelayanan pajak reklame dan selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap ke sektor pajak daerah lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi pemaparan dari sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Bapenda Provinsi Sumatera Utara, Ditlantas Polda Sumatera Utara, PT Jasa Raharja Cabang Medan, serta perwakilan Departemen Kredit Multiguna Wilayah I. Salah satu narasumber dari PT Jasa Raharja Cabang Medan adalah Rizki Romodhon.
Melalui Sosialisasi Opsen PKB dan High Level Meeting TP2DD, Bapenda Kota Medan memperkuat orkestrasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lembaga keuangan, kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kepatuhan pajak serta percepatan transaksi digital.