Diduga Harimau Sumatra Terkam Sapi Warga di Humbang Hasundutan, BKSDA Turunkan Tim dan Kamera Jebak

Siti Amelia - Kamis, 10 September 2026 12:51 WIB
BBKSDA Sumut
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara saat memasang kamera jebak terkait warga terkait dugaan munculnya Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang menerkam ternak warga di Desa Tukka, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasu

Kitakininews.co.id - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara merespons cepat laporan warga terkait dugaan munculnya Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang menerkam ternak warga di Desa Tukka, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Aksi penanganan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (5–6/9/2026), bekerja sama dengan lembaga Center for Orangutan Protection (COP). Langkah ini diambil menyusul laporan dari aparatur Kecamatan Pakkat dan Kepala Desa Ambobi Jumat (4/9/2026).

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara, Andar Abdi Saragih, S.Pd., M.Si., menjelaskan tim gabungan dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV dan COP langsung terjun ke lokasi untuk melakukan verifikasi serta pengumpulan data lapangan. "Tim bersama pihak desa dan warga menemukan bangkai seekor anak sapi di ladang warga yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Kantor Desa Tukka Dolok. Di area Areal Penggunaan Lainnya (APL) yang hanya berjarak 300 meter dari Hutan Lindung Sibauminyak tersebut, kami menemukan jejak kaki satwa liar famili Felidae berukuran kurang lebih 13 sentimeter," terang Andar Abdi Saragih dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Dia menambahkan, meskipun karakteristik jejak serta tutupan lahan mengarah pada aktivitas Harimau Sumatra, BBKSDA Sumut masih memerlukan data pasti melalui verifikasi pemantauan. Guna memastikan pergerakan dan keberadaan satwa dilindungi tersebut, tim BBKSDA Sumut memetakan kondisi tutupan lahan menggunakan drone serta memasang dua unit kamera jebak (camera trap).

Satu unit kamera dipasang tepat di sekitar lokasi bangkai sapi, sedangkan satu unit lainnya ditempatkan pada jalur yang diindikasi sebagai lintasan satwa. Pemantauan berkala menggunakan kamera jebak ini dijadwalkan berlangsung hingga seminggu ke depan. "Proses pemantauan ini penting untuk kepastian identifikasi. Kami juga berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan kecamatan agar imbauan kewaspadaan dapat diteruskan kepada seluruh masyarakat, terutama desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan," tambah Andar Abdi Saragih.

BBKSDA Sumatera Utara menekankan pentingnya pengelolaan ternak yang aman untuk mencegah terulangnya konflik satwa. Sebab, kawasan penggembalaan warga berbatasan langsung dengan habitat alami satwa. Masyarakat diimbau untuk membawa kembali ternak ke sekitar permukiman saat sore hari dan tidak membiarkannya terikat di area yang dekat dengan habitat satwa dalam waktu lama. Selain itu, masyarakat dilarang keras memasang jerat, melakukan perburuan, atau tindakan bahaya lainnya terhadap satwa liar dilindungi.

Apabila menemukan tanda-tanda keberadaan atau perjumpaan langsung dengan satwa liar, warga diminta segera melaporkan ke pihak desa atau ke call center BBKSDA Sumut. "Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengedepankan upaya mitigasi. Kerjasama antara warga, pemerintah daerah, dan BBKSDA sangat penting agar ruang hidup manusia dan kelestarian satwa dapat berjalan seimbang," pungkas Andar Abdi Saragih.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Pulih Pasca Bencana, Peran Gereja dan Kolaborasi Pemulihan di Humbang Hasundutan

News

Pantur Dorong Pemerintah Alokasikan Anggaran Reboisasi Kurangi Risiko Bencana

News

Air Surut, 8 Lumba Lumba Terdampar di Tambak Kerang Warga di Asahan

News

Ayah Meninggal, Paskibra Kevin Silaban Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih

News

Konflik Manusia dan Gajah, Warga di Bengkalis Tewas Diserang

News

Kerap Mangsa Ternak Warga, BBKSDA Riau Tangkap Beruang Madu