Kitakininews.co.id - Serdang Bedagai : Sebanyak 30 dari 300 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, diketahui kembali ke rumah orang tua setelah mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Pemerintah kini menyiapkan pendekatan persuasif agar para siswa tersebut kembali melanjutkan pendidikan di asrama.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman saat meninjau langsung operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Serdang Bedagai, Senin 21 September 2026.
Dudung mengatakan, informasi mengenai puluhan siswa yang kembali ke rumah tersebut diterima dari Kepala Sekolah dan Bupati Serdang Bedagai. Menurutnya, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah para siswa masih dalam tahap beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Sesuai laporan dari Kepala Sekolah dan Bapak Bupati, dari 300 siswa rupanya ada sekitar 30-an yang kembali ke orang tuanya. Mungkin karena baru atau mungkin karena situasinya yang berbeda. Tetapi ini sudah ada langkah-langkah untuk dihadirkan kembali. Nanti akan kita bujuk kembali," ujar Dudung.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Serdang Bedagai saat ini menampung 300 peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Berdasarkan data sekolah, peserta didik terdiri atas 25 siswa SD, 106 siswa SMP dan 169 siswa SMA. Komposisinya sebanyak 135 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan.
Dudung menegaskan, pemerintah memilih pendekatan persuasif untuk mengajak siswa kembali ke asrama. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan karena Sekolah Rakyat dirancang sebagai wadah pendidikan dan pembinaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kunjungan Dudung juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat berjalan sesuai tujuan. Dalam peninjauan tersebut, ia melihat proses pembelajaran, memeriksa fasilitas sekolah dan asrama, serta berinteraksi dengan sejumlah siswa.
"Melihat dan memastikan karena tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program prioritas Presiden, salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi," kata Dudung.
Menurut Dudung, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mencegah anak putus sekolah.
Ia menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 590 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga 2029. Hingga tahap kedua, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun, sementara 66 lokasi yang masuk usulan tahap ketiga disebut telah siap. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat setiap tahun hingga 2029.
Dudung menilai fasilitas pendidikan yang disediakan pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter dan mengejar cita-cita.
"Yang Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Serdang Bedagai, siapa tahu ada yang jadi Kepala Staf Angkatan Darat, ada yang jadi Kapolri, ada yang jadi Presiden. Yang tidak mungkin itu bisa menjadi mungkin," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Serdang Bedagai Edi Salamat Ritonga mengatakan operasional sekolah telah berjalan, termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 31 Juli 2026. Kegiatan pembelajaran juga didukung 96 tenaga pendidik dengan mengedepankan disiplin, kebersamaan dan pembentukan karakter siswa.
Program Sekolah Rakyat tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar pelaksanaan program pendidikan tersebut berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Dudung juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat prasejahtera.