Kitakininews.co.id -Solok : Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin 21 September 2026 sekitar pukul 19.45 WIB.
Bencana tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore. Material longsor dari bukit di sekitar hulu Sungai Batang Laso kemudian terbawa arus dan menerjang kawasan perkantoran pemerintah daerah.
Material berupa pasir, batu, lumpur dan air menggenangi sejumlah bangunan kantor hingga meluas ke badan Jalan Raya Solok-Padang yang berada di sekitar Kompleks Perkantoran Pemkab Solok.
Berdasarkan laporan awal penanganan bencana, sedikitnya empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.
Korban luka ringan masing-masing Muslihat, laki-laki, 54 tahun, asal Kediri, yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka Kabupaten Solok; Anggiat Sirait, laki-laki, 66 tahun, warga Nagari Koto Gaek Guguk, yang menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka; serta Yurnalis, laki-laki, 45 tahun, warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, ASN PPPK paruh waktu di Bapenda Kabupaten Solok, yang mengalami sakit pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam galodo.
Sementara korban luka berat adalah Muhammad Nur Zen, laki-laki, 56 tahun, ASN PPPK paruh waktu di Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro. Ia mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang.
Banjir bandang juga menyebabkan sejumlah kantor pemerintahan terdampak material. Kantor Dinas PUPR tertimbun material dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter, sedangkan Kantor Dinas DPMN tertimbun sekitar 20 sentimeter dan masuk dalam kategori rusak berat berdasarkan laporan awal.
Sejumlah kantor lainnya mengalami dampak material banjir bandang dan dikategorikan rusak ringan. Kantor DPRD tertimbun material sekitar 60 sentimeter, Kantor Bapenda sekitar 40 sentimeter, Kantor Bapelitbang sekitar 40 sentimeter, Kantor Inspektorat Daerah sekitar 30 sentimeter, serta Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan masing-masing sekitar 40 sentimeter.
Kantor Dinas BKPSDM juga terdampak dengan timbunan material sekitar 20 sentimeter.
Selain bangunan pemerintahan, sejumlah kendaraan turut terdampak, terdiri dari satu mobil dinas pertanian jenis Isuzu Panther, satu mobil dinas pertanian jenis L-300 Pickup, satu mobil dinas kesehatan jenis Kijang Kapsul, satu mobil dinas kesehatan jenis Toyota Mini Bus, serta tiga kendaraan milik masyarakat berupa Toyota Avanza warna putih, Toyota Avanza warna silver dan Kijang Super warna oranye.
Data kendaraan sepeda motor yang terdampak hingga laporan awal tersebut masih dalam pendataan.
Dampak bencana juga dirasakan masyarakat di sekitar kawasan terdampak. Perkiraan sementara terdapat sekitar 100 unit rumah yang terkena material banjir bandang. Namun, data lengkap terkait rumah terdampak masih dalam proses pendataan oleh BPBD Kabupaten Solok.
Sementara kerusakan lahan pertanian juga masih dalam pendataan.
Untuk fasilitas umum, satu jembatan penghubung menuju Jalan Utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor.
Sedikitnya sekitar 50 warga terdampak sementara mengungsi. Mereka ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Penanganan awal bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel gabungan yang terlibat terdiri dari Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok.
Proses penanganan dan pembersihan material juga didukung tiga unit alat berat, masing-masing satu unit excavator, satu unit wheel loader dan satu unit beko dozer.