Kitakininews.co.id - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumatera Utara (Sumut) dan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) menggelar operasi pasar daging Ayam segar dengan harga Rp40 Ribu per Kilogram ke dua pasar tradisional di Kota Medan, yakni Pasar Petisah di Jalan Kota Baru, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah dan Pasar Sei Sikambing, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan ini sebagai upaya menekan lonjakan harga ayam segar di pasar-pasar tradisional yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Ketua APPSI Sumut, H Ihwan Ritonga SE MM didampingi Wakil Ketua Suwarno, Sekretaris Umum Yusuf Nasution, operasi pasar daging ayam ini berawal dari rapat dengar pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut beberapa pekan lalu untuk menurunkan harga Ayam di seluruh pasar.
"Hari ini kita mulai dengan jumlah 3 ton, masing-masing 1 Ton untuk Pasar Petisah dan 2 Ton ke Pasar Sei Sikambing. Kegiatan ini ditarget berkelanjutan di seluruh pasar, namun sementara 13 pasar," ujarnya.
Dikatakan Ihwan, operasi pasar ini sebagai upaya menekan harga Ayam yang dinilai masyarakat terlalu tinggi. Terkait harga tinggi, Ihwan menduga karena rantai pasokannya terlalu panjang sebab banyak agen dan pengepul.
Dalam kegiatan ini, lanjut Ihwan, pemilik atau pengusaha ayam dipertemukan langsung dengan pedagang sehingga harga bisa ditekan.
Wakil Ketua DPRD Sumut ini juga menegaskan, program ini juga merupakan bagian dari peran DPRD Sumut untuk pengawasan, termasuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan, kepolisian dan Pemprov Sumut.
"Upaya menurunkan harga ayam harus terus dilakukan dan rantai pasokannya harus diawasi setiap hari. Mulai dari peternak ke produsen, pengepul, agen hingga sampai ke pedagang. Dengan demikian, harga ayam nantinya bisa ditekan sampai di bawah Rp40 Ribu per Kilogram terangnya.
Ihwan Ritonga menegaskan, jika ada pihak-pihak atau pengusaha Ayam yang "bermain" untuk menaikkan harga Ayam diatas harga ketentuan Pemprovsu cabut saja izinnya. Sebab Pemprovsu telah mengeluarkan harga rate-nya atau Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp40 Ribu per Kilogram.
Di kesempatan itu, Ihwan Ritonga menyebut, kegiatan ini wujud kepedulian APPSI Sumut di tengah masyarakat yang resah akibat kenaikan harga Ayam.
"Kami mengimbau masyarakat jangan beli harga Ayam di atas harga Rp40 Ribu. Kalau ingin Ayam, cari di beberapa pasar tradisional di Kota Medan yang ada Ayam hasil kerjasama Pemprovsu dengan APPSI Sumut," pesannya.
APPSI Sumut, tambah Ihwan, sengaja mengambil peran dalam hal ini sebab organisasi tersebut berada di tengah pedagang dan memahami kondisi yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha di pasar.
"Ini langkah awal yang kami lakukan, dan kami pastikan akan terus berlanjut agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung," pungkas Ihwan.
Sementara Wakil Ketua APPSI Sumut, Suwarno menambahkan, 13 pasar tradisional yang menjadi target awal operasi pasar daging ayam segar terdiri dari Pasar Petisah, Pusat Pasar, Sukaramai, Bakti, Halat, Kampung Lalang, Simpang Limun, Sei Sikambing, Pulo Brayan, Titi Kuning, Simalingkar, Tanjung Rejo dan Sentosa. "Untuk pasokannya, kita lihat berdasarkan kebutuhan masing-masing pasar dan akan disesuaikan," imbuhnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Manusia (Disperindag ESDM) Sumut Fahri P mengatakan, dengan operasi pasar ini harga ayam diharap jadi Rp40 Ribu per Kilogram.
"Kegiatan akan berkelanjutan sampai harga kembali normal dan operasi pasar dijadwalkan sampai Natal dan Tahun Baru 2027," bebernya didampingi Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Disperindag ESDM Sumut, Ma'rufin.
Menurutnya, selain Ayam pihaknya juga akan melakukan hal yang sama terhadap Cabai sebab harga komoditas ini juga cenderung tinggi.
"Selain Ayam, nanti kita lakukan operasi pasar untuk Cabai dan komoditas pokok lainnya agar harga bisa dikontrol," terangnya seraya mengapresiasi APPSI Sumut yang melakukan penetrasi pasar terutama terhadap daging Ayam segar.
Terpisah, sejumlah warga yang sedang berbelanja mengapresiasi langkah yang dilakukan APPSI Sumut dan Pemprovsu.
"Mantap, kami dukung dan apresiasi. Tapi kalau bisa berkelanjutan, sebab kami sudah sangat resah dengan harga-harga komoditas yang semakin naik, khususnya harga Ayam," papar Dani dan Kasmah, warga sekitar Pasar Sei Sikambing. (**)