Hujan Deras dan Angin Kencang Kepung Sumut, Warga di Lima Daerah Terdampak

M Harizal - Senin, 28 September 2026 11:19 WIB
Tim BPBD mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Kitakininews.co.id -MEDAN : Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Sabtu, 26 September 2026, memicu rangkaian bencana hidrometeorologi. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup luas, setelah banjir melanda tujuh kecamatan dan menyebabkan warga, termasuk anak-anak dan balita, harus dievakuasi.

Selain Tapteng, cuaca ekstrem juga memicu banjir, banjir bandang dan angin puting beliung di Tapanuli Utara, Samosir, Deli Serdang hingga Simalungun. Sejumlah rumah rusak, permukiman terendam dan akses jalan utama terganggu akibat tingginya intensitas hujan.

Di Tapanuli Tengah, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore menyebabkan banjir di Kecamatan Tukka, Badiri, Sarudik, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli dan Pandan.

Banjir merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk kawasan Jembatan Sigotom, Desa Sigotom, Kecamatan Tukka.

Plt Kalaksa BPBD Tapteng, Agus Harianto, mengatakan berbagai unsur telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga.

"Kita melakukan evakuasi dengan mengerahkan perahu karet," kata Agus.

Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Tim gabungan kemudian mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan balita, ke tempat yang lebih aman.

Di Kecamatan Badiri, luapan Sungai Aek Lopian merendam rumah warga hingga badan jalan. Kondisi serupa terjadi di Sarudik dan Pinangsori.

Sementara di Kecamatan Kolang, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Di Kecamatan Tapian Nauli, luapan Sungai Mela I dan Mela II turut merendam permukiman, sedangkan di Kecamatan Pandan, banjir menutup akses jalan utama.

Agus menegaskan BPBD bersama unsur SAR terus melakukan pemantauan dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.

"Pemkab Tapteng akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi apa pun," katanya.

Beralih ke Kabupaten Tapanuli Utara, angin puting beliung menerjang Desa Siabal, Kecamatan Sipahutar. Sedikitnya sembilan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.

Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni, mengatakan puting beliung terjadi secara tiba-tiba saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

"Terjadi angin puting beliung sehingga mengakibatkan rusaknya atap rumah sebanyak 9 unit di Desa Siabal," ujar Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 September 2026.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Petugas kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan Pemkab Taput serta masyarakat.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan Pemkab Taput dan masyarakat untuk penanganan lokasi terdampak," katanya.

Sementara di Kabupaten Samosir, banjir bandang terjadi di Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, sekitar pukul 18.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tingginya intensitas hujan menyebabkan aliran sungai meluap hingga merendam permukiman warga. Satu rumah dan satu gudang dilaporkan mengalami kerusakan.

Empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Peristiwa diawali hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Kecamatan Simanindo, Samosir," ujar Sri Wahyuni.

Banjir di wilayah tersebut kini berangsur surut. Namun, BPBD bersama pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Di Kabupaten Deli Serdang, banjir melanda Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, setelah Sungai Anak Baru meluap akibat meningkatnya debit air.

"Luapan banjir menggenangi rumah warga di Desa Manunggal, total ada 80 warga yang terdampak banjir ini," kata Sri Wahyuni.

BPBD melakukan asesmen di lokasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir, termasuk kondisi gorong-gorong dan pendangkalan sungai yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air.

BPBD juga merekomendasikan normalisasi aliran sungai serta pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 500 meter guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Saat ini, genangan di wilayah tersebut mulai surut.

Bencana serupa terjadi di Kabupaten Simalungun. Hujan deras selama sekitar dua jam menyebabkan banjir merendam empat rumah warga di Kelurahan Haranggaol.

Salah satu rumah mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian dinding dan lantainya ambruk. Satu fasilitas sekolah dasar yang berada di dekat aliran sungai juga terdampak.

Luapan air sungai diduga terjadi akibat batu besar yang menghambat aliran air sehingga air meluber ke kawasan permukiman.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan masyarakat melakukan pendataan kerugian serta pembersihan material yang menyumbat aliran sungai.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan langkah cepat dilakukan untuk menangani dampak banjir sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprovsu Pastikan Ketersediaan Vaksin

News

Penemuan Jasad Peternak Kerbau di Pantai Binasi Tapteng, Diduga Kecelakaan Tunggal

News

Reses ke MTsN 1 Barus Tapteng, Guru Yang Telah Pensiun Terharu Menerima Tali Asih Rahmansyah Sibarani

News

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

News

Diduga Akibat Tabung Gas Meledak, 10 Tempat Usaha di Pasar Manduamas Terbakar

News

Ribuan Warga Hadiri Reses Rahmansyah dan Maulid Nabi, Hadad Alwi Video Call Agendakan Barus Bersalawat