Kitakininews.co.id - Pemerintah pusat mengalokasikan tambahan anggaran Rp565 miliar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Kota Medan.
Dana tersebut juga digunakan untuk membantu masyarakat terdampak serta menangani persoalan banjir yang masih terjadi saat hujan deras.
Penanganan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Sumatera terus dilakukan. Salah satunya di Kota Medan, yang terdampak banjir besar pada akhir tahun 2025 lalu.
Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau Satgas PRR Pascabencana Sumatera melakukan monitoring dan evaluasi di Kantor Pemerintah Kota Medan, Senin siang (28/9/2026).
Dalam penanganan pascabencana, Kota Medan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp565 miliar dari pemerintah pusat.
Anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir besar.
Wakil Sekretaris Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Marsda TNI Mohammad Nurdi, menyebutkan dari total anggaran yang diberikan, saat ini realisasinya telah mencapai 14 persen.
Sementara, sisa anggaran masih terus digunakan untuk menangani sejumlah program dan kebutuhan yang belum tuntas.
Ratusan miliar rupiah yang masih tersedia juga akan digunakan Pemerintah Kota Medan untuk menangani persoalan banjir yang hingga kini masih terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Medan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan dana yang tersisa terus digunakan untuk berbagai kegiatan penanganan banjir.
Pemerintah Kota Medan juga akan memenuhi kebutuhan dalam menghadapi ancaman banjir yang masih diwaspadai, seiring meningkatnya curah hujan.
Pemanfaatan anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung upaya penanganan banjir di Kota Medan.