Kitakininews.co.id -Wakil Bupati Mandailingnatal (Madina) AtikaAzmi Utammi Nasution menilai pemutaran film G30S/PKI bisa menjadi pengingatsejarah dan penumbuh nasionalisme bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Wabup Atika saat menghadiripemutaran film tersebut yang diselenggarakan panitia bersama yang melibatkanpuluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) diAlun-alun Kota Panyabungan pada Rabu, 30 September 2026. Acara itumengedepankan tema Madina Bersatu Anti PKI: Bersama Menjaga Sejarah, MerawatPersatuan, Menolak Kebangkitan PKI.
"Ini merupakan salah satu pengingatsejarah dan rasa nasionalisme kita kepada bangsa dan harus diteruskan kepadaanak-anak," kata dia.
Wabup Atika juga meminta agar film tersebutdiputar secara rutin setiap 30 September di sekolah-sekolah.
Di sisi lain, Atika berpesan kepada para orangtua untuk lebih mengawasi anak-anak dalam penggunaan gawai. Sebab, banyakkonten di media sosial yang tidak layak ditonton oleh anak-anak.
Ketua Panitia Magrifatullah Lubis menjelaskankegiatan ini bertujuan sebagai momentum refleksi historis dan edukasi publikuntuk memperingati jasa para Pahlawan Revolusi.
"Selain itu untuk meneladan perjuanganJenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution sebagai putra terbaik Mandailing sertamembentengi generasi muda dari bahaya laten komunisme demi keutuhan NKRI,"sebut dia.
Acara nonton bersama ini juga diiringi denganpembagian doorprize serta penyerahan santunan kepada 50 anak yatim oleh DPD IPK.
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Erwin EfendiLubis, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Afrizal Nasution, tokoh agama, tokohmasyarakat, dan pimpinan organisai.
Adapun organisasi yang terlibat sebagai panitiaadalah KNPI, Ikatan Pelajar Al-Wasliyah, IPNU, Forum Lingkar Study Tulilla,IDeA, PB Madina Institute, GMPI, GPI, TMGI, YPMH, SP3M, MCW, SIPLAH, KLIK-SK,LSM Fokrat, FITRA, AMPEL, IPK, MPC Pemuda Pancasila, dan Satma AMPI.