Kitakininews.co.id - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ebenejer Sitorus SE MM mengingatkan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah di provinsi ini secepatnya memperkuat sterilisasi lingkungan belajar dan menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), jika ditemukan peningkatan kasus demam dan gejala influenza di kalangan siswa maupun tenaga pendidik.
Hal ini disampaikan Ebenejer karena mengaku prihatin atas merebaknya VirusInfluenza A di Sumut.
Menurut Ebenejer Sitorus, PJJ melalui pembelajaran daring maupun platform seperti Zoom dapat diberlakukan sementara di sekolah yang mengalami peningkatan kasus. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya antisipatif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pendidikan.
"Kalau memang kondisi di lapangan menunjukkan banyak anak-anak yang mengalami demam dan gejala influenza, kita mendorong agar Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu," ujar Ebenejer Sitorus kepada wartawan melalui sambungan telepon dari Asahan, Sabtu (3/10/2026).
Ebenejer menjelaskan, sekolah menjadi salah satu lingkungan yang perlu mendapat perhatian karena kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam ruangan dan melibatkan banyak siswa serta tenaga pendidik. Karena itu, pemantauan kondisi kesehatan warga sekolah perlu dilakukan secara berkala.
Selain mempertimbangkan PJJ, Ketua DPD Partai HanuraAsahan itu juga meminta pihak sekolah meningkatkan kebersihan dan melakukan sterilisasi secara berkala, terutama pada ruang kelas, fasilitas bersama serta area yang sering disentuh siswa.
"Sekolah juga harus memastikan ruang kelas dan fasilitas lainnya dalam kondisi bersih. Sterilisasi perlu dilakukan secara berkala agar potensi penyebaran virus dapat ditekan," imbuhnya.
Wakil rakyat dari Dapil Sumut V meliputi Kabupaten Batubara, Asahan dan Kota Tanjung Balai ini juga meminta Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah memantau perkembangan kondisi kesehatan siswa dan guru.
Jika ditemukan peningkatan kasus demam atau gejala influenza di suatu sekolah, langkah pencegahan diharapkan segera dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu, proses pendidikan harus tetap berjalan, namun kesehatan dan keselamatan peserta didik tidak boleh diabaikan. PJJ, dapat menjadi solusi sementara apabila kondisi di sekolah menunjukkan peningkatan kasus, sembari mengikuti perkembangan dan arahan dari instansi kesehatan.
"Yang paling penting, jangan sampai kondisi ini semakin mewabah di lingkungan sekolah. Kita ingin proses pendidikan tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak juga harus menjadi prioritas," ucapnya.
Seperti diketahui, Dinkes Sumut sebelumnya menyampaikan terdapat 27 kasus Influenza A dan B sepanjang Januari hingga September 2026. Di Kota Medan tercatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B.
Namun berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, kasus Influenza A dan B ini sudah semakin meluas, banyak masyarakat terinveksi dan mengalami demam berminggu-minggu.
Gejalanya hampir mirip dengan gejala Covid-19, yakni batuk, demam, flu, filek, lemas, badan terasa sakit disertai tenggorokan gatal dan panas. (**)