Kitakininews.co.id -Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri mendukung penuh wacana pemberlakuan ongkos gratis bagi pelajar di kota ini. Maka dari itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera merumuskan regulasi dan teknis pelaksanaannya agar program tersebut dapat direalisasikan secara tepat sasaran.
"Pada dasarnya saya mendukung usulan pemberlakuan ongkos gratis bagi pelajar di Medan. Apalagi sasarannya pelajar dari keluarga prasejahtera, khususnya di wilayah Medan Utara," ujar Saipul Bahri kepada wartawan di Medan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Saipul, program ongkos gratis bagi pelajar layak menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu meringankan beban keluarga prasejahtera, terutama dalam memenuhi kebutuhan transportasi anak menuju sekolah.
"Di beberapa kota di Indonesia sudah ada program seperti ini. Demi membantu masyarakat prasejahtera, tentu patut kita dukung," ucap politisi Partai NasDem tersebut.
Namun, Saipul menekankan agar rencana tersebut terlebih dahulu dibahas secara matang oleh DPRD Medan bersama OPD terkait.
Pembahasan dapat melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta pemangku kepentingan transportasi, termasuk Organda.
Ia menilai pembahasan lintas komisi juga diperlukan karena program tersebut berkaitan dengan sektor pendidikan sekaligus transportasi.
"Pembahasan bisa lintas komisi di DPRD Medan. Komisi II membidangi pendidikan, sedangkan Komisi IV membidangi Dinas Perhubungan dan persoalan transportasi," jelasnya.
Saipul mengatakan, regulasi yang matang penting untuk memastikan pelaksanaan program memiliki dasar hukum yang kuat, terlebih jika nantinya menggunakan APBD Kota Medan untuk memberikan subsidi kepada operator angkutan umum.
"Apalagi nantinya menggunakan alokasi APBD untuk subsidi kepada jasa angkutan. Program ini harus dipastikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran," tegasnya.
Dorong Gratis Ongkos Bus Listrik
Usulan ongkos gratis bagi pelajar sebelumnya juga mengemuka dalam rapat evaluasi triwulan Komisi II DPRD Medan bersama Dinas Pendidikan di ruang Komisi II Gedung DPRD Medan, Senin (7/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Komisi II mendorong Dinas Pendidikan agar berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menggratiskan ongkos pelajar yang menggunakan angkutan umum di Kota Medan.
Anggota Komisi II DPRD Medan
Afif Abdillah, mengatakan program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus membantu meringankan beban keluarga prasejahtera.
"Disdik supaya segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk menggratiskan ongkos pelajar di Kota Medan," pinta Afif.
Sebagai langkah awal, Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini juga mengusulkan agar program tersebut diterapkan pada 72 unit bus listrik yang saat ini beroperasi di Kota Medan, khususnya rute menuju Belawan dan kawasan Medan Utara.
"Terutama trayek bus listrik ke Belawan, daerah Medan Utara. Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar karena mayoritas warga di sana adalah masyarakat prasejahtera," ujarnya.
Afif menilai usulan tersebut relevan karena operasional bus listrik selama ini telah mendapat subsidi dari APBD Pemko Medan.
"Dengan demikian, fasilitas transportasi tersebut dapat lebih dioptimalkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelajar," sebutnya.
Diminta Segera Direalisasikan
Saipul Bahri kembali meminta Pemko Medan segera menyikapi usulan tersebut dengan menyusun skema anggaran dan teknis pelaksanaan yang jelas.
Menurutnya, program ongkos gratis bagi pelajar tidak hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Untuk saat ini Pemko Medan dapat merealisasikan ongkos gratis bagi pelajar yang naik bus listrik. Selanjutnya, perlu berkoordinasi dengan Organda terkait teknis pelaksanaan subsidi ongkos gratis bagi pelajar," tandasnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Modesta Marpaung, yang saat itu memimpin rapat.
Ia menilai usulan tersebut patut mendapat perhatian serius dari Pemko Medan karena masih banyak orang tua yang mengeluhkan tingginya biaya transportasi anak untuk berangkat dan pulang sekolah.
"Banyak orang tua saat ini mengeluhkan biaya ongkos anaknya pergi ke sekolah. Untuk itu, sangat pantas jika keluhan tersebut disikapi Pemko Medan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution yang hadir dalam rapat tersebut bersama jajaran staf, menyambut baik usulan tersebut.
Ia mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk menindaklanjuti usulan pemberian ongkos gratis bagi pelajar.
"Usulan yang bagus. Ini akan kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan Medan," pungkasnya. (**)