Kitakini.news– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara (DPWPSI Sumut), HM Nezar Djoeli menilai PT Pertamina (Persero) dinilai gagalmensosialisasikan sistem pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidikendaraan bermotor dengan harus menunjukkan Barcode setelah di download dariaplikasi My Pertamina melalui Android.
"Sosialisasi penggunaan aplikasi My Pertamina kita nilai gagal. Sebab batasakhir sosialisasi sisem pembelian BBM dengan menunjukkan barcode berakhir,Selasa (7/3/2023). itu rentang waktu yang begitu singkat itu,” ujar Nezarkepada wartawan melalui sambungan seluler di Medan, Jumat (10/3/2023).
Dengan demikian, lanjut Nezar, tentu saja belum maksimal lantaran banyakmasyarakat yang belum memahaminya. "Jangan Pertamina merasa sosialisasi yang mereka lakukan dengan waktusingkat itu serta merta langsung dipahami masyarakat. Bahkan sosialisasi itubanyak yang belum tahu. Kita tidak ingin Pertamina kesannya mengorbankanmasyarakat meski sistem baru dalam pembelian BBM itu bertujuan untukmeminimalisir terjadinya penyelewengan BBM," tandasnya.
Nezar juga menyarankan agar Pertamina untuk memperpanjang sosialisasi MyPertamina ke masyarakat minimal 6 bulan sampai 12 bulan ke depan.
Tak hanya itu, lanjut Nezar, Pertamina juga perlu menempatkan petugas disentral-sentral pengisian Bahan Bakar Untuk Umum (SPBU) sebagai tempat bertanyamasyarakat yang belum memahami penggunaan teknologi Android saat yang akanmembeli BBM.
Hal ini dinilai perlu, sambung Nezar, sebab dirinya baru saja menemukan masyarakatpelanggan dipaksa menunjukkan Barcode saat akan membeli BBM di SPBU.
"Kemarin itu sempat terjadi perdebatan. Warga yang tidak memahamiteknologi Android kaget lantaran diminta menunjukkan Barcode oleh petugas SPBU.Saya coba menengahi dengan menjumpai manager SPBU dan akhirnya warga tersebutdiizinkan membeli BBM," pungkasnya.
Redaksi