Kitakininews.co.id -Bayi perempuan berusia delapan bulan diKabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, meninggal dunia setelah sempatmenjalani perawatan intensif di RSUD Rantauprapat.
Orang tua korban telah melaporkan dugaankekerasan seksual terhadap anak mereka ke Polres Labuhanbatu. Korban sempatdirawat dalam kondisi kritis di ruang Pediatric Intensive Care Unit atau PICURSUD Rantauprapat.
Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irawanmenyebutkan kalau pihak rumah sakit menyatakan adanya dugaan kekerasan setelahdilakukan pemeriksaan terhadap korban.
Saat masuk rumah sakit kondisi korban awalnyamengalami gangguan pencernaan pada 1 Oktober lalu. Kondisi korban yangterus menurun sehingga dirujuk ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatanlebih lanjut.
Setelah beberapa hari menjalani perawatanintensif, korban akhirnya meninggal dunia pada 3 Oktober.
Disebutkan korban diduga mengalami kekerasanseksual karena terdapat luka robek pada bagian anus hingga ke kemaluan yangdiduga akibat benda tumpul hingga menyebabkan infeksi pada usus dan kemaluankorban. Keluarga korban pun kemudian membuat laporan polisi terkait dugaankekerasan yang dialami korban.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan AnakKabupaten Labuhanbatu, Muhammad Azhar Harahap, Rabu (7/10/2026), mengatakanpihaknya menerima laporan dari keluarga korban dan turut mendampingi ayahkorban saat membuat laporan ke kepolisian.
Menurut Azhar, sebelum dibawa ke rumah sakit,korban terlebih dahulu dibawa ke bidan karena mengalami kondisi yangmengkhawatirkan.
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap bayiini kini menjadi perhatian, dan diharapkan dapat diusut tuntas oleh pihakkepolisian.