Kitakininews.co.id -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menganalisa kabut asap yang menyelimuti seluruh Provinsi Riau berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi.
Polusi udara seminggu terakhir telah mengganggu aktivitas transportasi, pendidikan dan kesehatan warga setempat.Hingga kini, kabut asap masih menyelimuti 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Kepala BMKG Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, Jumat (9/10/2026), mengatakan kualitas udara berada di level tidak sehat.
Oksigen mengandung partikel debu berbahaya beresiko menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.
Warga juga merasakan sesak nafas saat beraktivitas di tempat terbuka. Aktivitas penerbangan dilaporkan terganggu akibat kabut asap pekat.
Sementara hingga kini, murid taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi belajar di rumah untuk menghindari penyakit pernafasan.
BMKG Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memperkirakan kabut asap di Provinsi Riau berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Arah angin yang bergerak dari selatan ke utara menyebabkan kabut asap akibat kebakaran lahan menutupi langit Provinsi Riau.
Sementara titik panas di Provinsi Riau terpantau hanya 7 titik. BMKG memprediksi kabut asap akan menghilang jika terjadi hujan di tanggal 9 dan 10 Oktober 2026. (**)